MELIHAT INDONESIA – Meskipun telur kaya akan manfaat, kebanyakan mengonsumsi telur dapat berefek buruk terhadap kesehatan.
Kolesterol yang tinggi dalam telur kerap dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung.
Oleh karena itu, penting untuk mengonsumsi telur dengan bijak dan seimbang dalam pola makan yang sehat.
Untuk memahami lebih lanjut mengenai efek kebanyakan makan telur, Anda bisa menyimak penjelasan berikut.
- Risiko alergi telur pada anak-anak
Menurut penelitian oleh Sophie dkk., pada 2019, konsumsi telur pada anak di bawah usia lima tahun dapat memicu alergi telur.
Alergi ini disebabkan oleh protein telur sehingga menimbulkan gejala gastrointestinal seperti mual dan muntah; masalah kulit, seperti ruam dan jerawat; serta gejala pernapasan, termasuk asma, pilek, dan hidung tersumbat.
- Pengaruh terhadap kolesterol
Efek kebanyakan makan telur rebus maupun goreng juga meningkatkan kadar kolesterol baik dan kolesterol buruk dalam tubuh.
Kadar kolesterol yang tinggi, terutama kolesterol buruk, dapat meningkatkan risiko gangguan jantung bagi seseorang yang rentan.
- Risiko penyakit jantung
Penelitian yang dimuat dalam Jurnal JAMA menunjukkan bahwa mengonsumsi setengah telur tambahan setiap hari dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.
Hal ini berkaitan erat dengan peningkatan kadar kolesterol dalam tubuh akibat kebanyakan makan telur.
- Meningkatkan berat badan
Mengonsumsi telur secara berlebihan dapat menyebabkan peningkatan berat badan karena kandungan lemak jenuh yang tinggi.
Hal ini dapat menjadi masalah bagi orang yang sedang berusaha menjaga berat badan ideal.
- Risiko penyakit hati
Terlalu banyak mengonsumsi telur juga meningkatkan risiko terkena penyakit hati berlemak non-alkohol. Akumulasi lemak di dalam hati dapat menyebabkan berbagai komplikasi kesehatan jika tidak ditangani dengan baik.
- Masalah pencernaan
Meskipun telur kaya akan serat dan protein, mengonsumsi telur secara berlebihan dapat mengganggu sistem pencernaan. Hal ini dapat menyebabkan gejala seperti kembung, asam lambung, dan gangguan pencernaan lainnya. Beberapa orang mungkin juga mengalami reaksi alergi dalam bentuk mual yang berkelanjutan.
- Meningkatkan risiko munculnya jerawat
Mengonsumsi telur secara berlebihan dapat menyebabkan peningkatan hormon progesteron dalam tubuh.
Kandungan progesteron dalam telur dapat memengaruhi kondisi kulit dan berkontribusi pada timbulnya jerawat jika kadar hormon progesteron dalam tubuh berlebihan.
Batas aman konsumsi telur
Mengutip laman Mayo Clinic Health System, batas aman mengonsumsi telur adalah tujuh butir telur per minggu. Artinya, batas aman konsumsi telur per hari adalah satu butir.
Bagi orang yang sehat, mengonsumsi satu telur per hari tidak memengaruhi kesehatan jantung.
Meski demikian, beberapa orang memilih untuk hanya mengonsumsi putih telur tanpa kuning telurnya.
Makan telur dengan cara demikian akan tetap memberikan manfaat protein tanpa kolesterol.
Jika Anda memiliki riwayat penyakit jantung, diabetes, atau masalah kesehatan lain yang terkait dengan asupan telur, disarankan berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan batasan aman yang sesuai dengan tubuh. (tim)