Minggu, April 19, 2026

Sehari Terjadi 13 Bencana Tanah Longsor di Magelang, BPBD Ungkap Pemicunya

MELIHAT INDONESIA, MAGELANG – Dalam sehari terjadi 13 bencana tanah longsor di berbagai wilayah di Kabupaten Magelang, Minggu (25/2/2024).

Peristiwa tersebut memicu belasan rumah rusak dan empat orang terluka.

Demikian disampaikan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang, Edi Wasono.

“Hujan intensitas lebat menjadi penyebab utama tanah longsor,” kata Edi, Senin (26/2/2024).

Edi menyebut, bencana tanah longsor terjadi di dua kecamatan, yakni Salaman dan Borobudur.

Tanah longsor di Salaman tercatat di tiga desa, yakni Kalirejo, Ngargoretno, dan Paripurno.

Sementara, di Borobudur, tanah longsor terjadi di empat desa, yakni Giritengah, Giripurno, Majaksingi, dan Ngadiharjo.

Dampak dari seluruh tanah longsor, lanjut Edi, mengakibatkan 1 rumah rusak sedang, 7 rumah rusak ringan dan 14 rumah terancam.

Selain berdampak pada kerusakan di sektor pemukiman, tanah longsor juga berdampak pada terutupnya akses jalan di beberapa titik.

“Seperti di Dusun Onggosoro, Desa Giritengah, Borobudur beberapa rumah terisolir dan akses jalan untuk usaha tani tertutup material longsoran setebal sekitar 0,5-2 meter,” lanjuntya.

Edi mengimbau masyarakat waspada dan siaga terhadap potensi bahaya hidrometeorologi.

Hujan lebat dengan durasi yang panjang dapat menjadi salah satu pemicu tanah longsor.

“Masyarakat harus senantiasa memperhatikan wilayah di sekitar, terutama mereka yang tinggal di dekat kemiringan yang dikelilingi tebing atau bukit,” pungkasnya. (*)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.