Sabtu, Juni 13, 2026

Wow, Memeden Gadhu Desa Kepuk Bakal Diusulkan Jadi Seperti Ini

MELIHAT INDONESIA, JEPARA – Festival Memeden Gadhu Desa Kepuk, Kecamatan Bangsri, Kabupaten Jepara kembali digelar. Berbagai macam kesenian, dari atraksi budaya, lomba anak-anak, sampai arakan tumpeng ditampilkan oleh masyarakat sekitar.

Tradisi yang telah digelar selama 15 kali ini bukan hanya sebagai pegingat tradisi masa lalu, tetapi juga nostalgia lomba tradisi tempo dulu. Hal itu dilatarbelakangi karena sudah banyak jenis dolanan anak zaman dulu yang sudah banyak menghilang.

Sebanyak 500 memeden gadhu dibuat oleh masyrakat petani setempat. Memeden gadhu merupakan sebutan untuk orang-orangan sawah yang terbuat dari Jerami. Kegunaannya untuk menakut-nakuti burung pipit karena jadi hama padi jelang masa panen.

Bentuk memeden tersebut beragam, mulai dari petani bercaping, perempuan berbusana jilbab, sampai bentuk hewan. Dalam festival ini semua memeden gadu dan tumpeng raksasa dikirab mengelilingi desa, kemudian menuju pemakaman dan masyarakat makan-makan bersama.

Menurut rencana, Pemerintah Kabupaten Jepara akan mengusulkan Festival Memeden Gadhu untuk ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia.

Hal itu disampaikan Penjabat (Pj) Bupati Jepara H. Edy Supriyanta usai meresmikan kirab budaya tumpeng raksasa pada kegiatan tersebut, Senin (20/5/2024).

“Ini perlu dikembangkan, tingkatkan dan branding terus. Ada peluang masuk sebagai WBTB, kita usulkan,” ujarnya.

Setelah diresmikan, tumpengan nasi berukuran besar diarak menuju makam sesepuh desa. Selain itu beberapa peserta kirab juga tampak membawa tumpeng-tumpeng berukuran normal.

Ada pula warga dengan pikulan berisi lauk-pauk serta hasil bumi lain. Diikuti anak-anak berkostum burung, hingga pembawa alat-alat pertanian, juga pengarak memeden gadhu.

“Tetap dipertahankan karena ini budaya, supaya anak-anak kita ini bisa melihat dan tahu,” kata Pj. Bupati Jepara.

Sebelumnya, ketua panitia kegiatan Ahmad Sutrisno menyampaikan rangkaian festival kali ini sudah dimulai sejak 17 Mei lalu. Dibuka dengan tari kolosal Memeden Gadhu, dilanjutkan kesenian kentrung, dan jagong budaya.

“Hari kedua ada kesenian emprak khas Kepuk, selanjutnya pentas wayang,” tuturya.

Di samping kegiatan kesenian tradisional, panitia juga mengadakan senam bersama, lomba menggambar dan mewarnai.

Sebagai puncak acara ada kirab tumpeng raksasa. Pihaknya pun menggelar bazar UMKM yang mewadahi usaha warga setempat.

“Selain melibatkan masyarakat lokal, kita juga melibatkan seniman-seniman dari Jepara, seperti mengarahkan pendekorasian lokasi acara,” ungkapnya. (nad)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.