MELIHAT INDONESIA, SLEMAN – Bakal Calon Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menegaskan komitmennya untuk meningkatkan pelayanan publik bagi masyarakat Sleman. Harda, yang memiliki latar belakang sebagai mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Sleman, mengungkapkan bahwa salah satu caranya adalah dengan memangkas birokrasi yang panjang dan tidak efisien. Ia berjanji untuk menciptakan sistem yang lebih ringkas dan cepat, tanpa mengabaikan aspek keamanan.
Pemangkasan Birokrasi untuk Pelayanan yang Lebih Cepat
Dalam sebuah acara silaturahmi di kantor media di Jogja pada Jumat (6/9), Harda menjelaskan bahwa dirinya berencana melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses perizinan di Kabupaten Sleman. Ia menyebut akan mencari cara untuk mempersingkat berbagai macam prosedur perizinan. “Izin itu ada macam-macam, jadi nanti dilakukan evaluasi dan dicari yang tercepat,” kata Harda.
Standar Operasional Prosedur (SOP) yang baru akan dibuat lebih ringkas agar setiap organisasi perangkat daerah (OPD) dapat melaksanakan tugasnya dengan lebih efisien. Harda meyakini bahwa birokrasi yang lebih sederhana akan mempermudah akses masyarakat terhadap pemerintah dan program-programnya.
Pendekatan Keterbukaan untuk Membangun Kepercayaan Publik
Menurut Harda, salah satu kunci sukses dalam memimpin adalah menciptakan keterbukaan antara pemerintah dan masyarakat. Dengan birokrasi yang lebih terbuka, ia berharap masyarakat akan lebih bersemangat dalam mendukung dan mengikuti program-program pemerintah kabupaten. “Dengan keterbukaan, masyarakat itu akan lebih antusias dengan program pemerintah kabupaten,” ungkapnya.
Selain itu, Harda berkomitmen untuk terjun langsung ke masyarakat, mendengarkan masukan dan keluhan mereka. Ia akan mendelegasikan banyak urusan perizinan kepada dinas terkait agar lebih fokus pada upaya menjalin hubungan yang lebih baik dengan warga.
Perbaikan Berkelanjutan Melalui Evaluasi dan Kritik
Harda Kiswaya menyadari bahwa pelaksanaan program pemerintah tidak akan selalu berjalan sempurna. Oleh karena itu, ia membuka diri terhadap kritik dan masukan, baik dari masyarakat maupun media, demi perbaikan yang berkelanjutan. “Kami perlu evaluasi terhadap kerja-kerja dinas,” ujarnya dengan tegas.
Baginya, evaluasi yang berkelanjutan menjadi fondasi penting untuk memperbaiki kinerja pemerintah kabupaten. Dengan mendengarkan umpan balik dari berbagai pihak, ia berharap dapat mengatasi berbagai masalah yang dihadapi Sleman.
Terinspirasi dari Sang Ayah, Menjadi Pemimpin yang Bermanfaat
Harda mengaku bahwa cita-citanya untuk menjadi bupati Sleman tidak terlepas dari pesan dan inspirasi yang ia dapatkan dari sang ayah, yang berprofesi sebagai pamong desa. Ia mengungkapkan bahwa ayahnya selalu berpesan untuk menjadi pribadi yang bermanfaat bagi banyak orang. “Bapak berpesan untuk bermanfaat bagi banyak orang. Saya coba mencontoh beliau,” ujar Harda.
Dengan nilai-nilai yang diwariskan oleh ayahnya, Harda bertekad untuk menjadi sosok pemimpin yang bisa dijadikan panutan, seorang bupati yang dekat dengan masyarakat dan mampu memberikan solusi nyata bagi permasalahan yang dihadapi Sleman. (**)