Selasa, Juni 2, 2026

Longsor Hantam Dua Rumah di Purbalingga, Warga Selamat Meski Hunian Porak Poranda

MELIHAT INDONESIA, PURBALINGGA – Hujan deras yang mengguyur wilayah Purbalingga pada Kamis sore (3/10/2024) menyebabkan bencana longsor di Kecamatan Karangreja. Dua rumah warga ambruk dan rusak berat akibat terjangan tanah longsor, namun beruntung tidak ada korban jiwa.

Kepala BPBD Purbalingga, Prayitno, menyatakan rumah yang terdampak longsor masing-masing milik Ropiah di Dusun Siletreng, Desa Tlahab Kidul, serta rumah milik Nurhaeni di Dusun Penariban, Dukuh Cumbut, Desa Tlahab Lor. Keduanya berada di lokasi yang rawan longsor, yang membuat hunian mereka hancur saat hujan deras mengguyur.

“Kedua rumah tersebut ambruk karena tanah longsor yang terjadi setelah hujan lebat. Syukurlah, meski rumahnya hancur, para penghuni selamat,” ujar Prayitno pada Jumat (4/10/2024).

Rumah Ropiah Ambruk, Penghuni Mengungsi ke Rumah Kerabat
Rumah milik Ropiah dihuni oleh enam orang dan mengalami kerusakan parah akibat longsor. Beruntung, seluruh anggota keluarga selamat dari musibah ini. Untuk sementara, mereka tinggal di rumah kerabat sembari menunggu penanganan lebih lanjut. Longsoran tanah bahkan menimpa rumah lain yang berada di bawahnya.

“Saat ini, kami masih melakukan pendataan terkait kerugian material. Rumah tersebut rusak parah dan tidak bisa dihuni sementara waktu,” terang Prayitno.

Sementara itu, rumah milik Nurhaeni yang dihuni dua orang rusak karena terkena longsoran tanah dari jalan kabupaten. Meskipun rumahnya juga rusak, para penghuni rumah berhasil menyelamatkan diri.

Langkah Penanganan BPBD dan Peringatan Waspada Bencana
Tim gabungan BPBD Purbalingga dan tim SAR telah turun ke lokasi untuk melakukan penilaian awal dan kerja bakti bersama warga setempat. Mereka berusaha memperbaiki kerusakan dan membersihkan material longsor yang menutupi beberapa area.

“Kami mengajak warga untuk bergotong-royong melakukan penanganan darurat, terutama untuk rumah yang terkena longsor. Pemerintah juga sedang mempersiapkan langkah antisipasi lebih lanjut,” kata Prayitno.

Kabupaten Purbalingga memang termasuk daerah yang rawan bencana, terutama tanah longsor dan banjir. Prayitno juga mengingatkan bahwa curah hujan di wilayah tersebut diprediksi meningkat pada bulan Oktober, sehingga warga di daerah rawan longsor diminta untuk lebih waspada.

“Perlu kewaspadaan tinggi, terutama bagi warga yang tinggal di daerah rawan bencana. Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk memetakan wilayah yang rawan agar siap melakukan langkah-langkah mitigasi,” tutup Prayitno. (**)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.