Selasa, April 28, 2026

Pas Pilkada Serentak, BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem Akibat Bibit Siklon Tropis 96S

MELIHAT INDONESIA, JAKARTA – Pas Pilkada Serentak Rabu 27 November 2024 ini Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi cuaca ekstrem akibat kemunculan Bibit Siklon Tropis 96S yang terpantau aktif di Samudera Hindia barat daya Bengkulu. Fenomena ini diperkirakan memengaruhi pola cuaca di berbagai wilayah Indonesia hingga akhir pekan.

Dalam laporan prospek cuaca mingguan periode 26 November hingga 1 Desember 2024, BMKG menyebutkan bahwa bibit siklon tropis ini dapat menyebabkan hujan intensitas sedang hingga sangat lebat di sebagian besar wilayah Indonesia. Selain itu, fenomena atmosfer lain seperti Dipole Mode Negatif, Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Rossby, dan Gelombang Kelvin turut memperkuat pembentukan awan hujan.

Daerah Terdampak Cuaca Ekstrem
BMKG memprediksi curah hujan tinggi akan melanda wilayah-wilayah berikut selama sepekan mendatang:

Sumatera: Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, dan Lampung.
Jawa dan Bali: Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, dan Bali.
Nusa Tenggara: NTB dan NTT.
Kalimantan: Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara.
Sulawesi: Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara.
Maluku dan Papua: Maluku, Papua, dan Papua Selatan.
BMKG juga menyebutkan bahwa hujan lebat hingga sangat lebat berpotensi terjadi di Sumatera Selatan dan Papua Selatan. Potensi angin kencang diperkirakan melanda Aceh dan Sumatera Utara, meningkatkan risiko banjir, longsor, dan genangan air.

Faktor Pemicu Cuaca Ekstrem
BMKG menjelaskan bahwa beberapa fenomena atmosfer menjadi pemicu utama cuaca ekstrem ini:

Bibit Siklon Tropis 96S, yang memengaruhi cuaca dan perairan di wilayah barat Indonesia.
Dipole Mode Negatif, yang memperkuat pasokan uap air, sehingga meningkatkan intensitas hujan di wilayah barat dan tengah Indonesia.
Madden-Julian Oscillation (MJO), yang aktif di wilayah barat, mendukung pembentukan awan hujan di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.
Gelombang Rossby dan Kelvin, yang memperkuat pembentukan awan hujan di wilayah barat dan timur Indonesia.
Imbauan kepada Masyarakat
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, longsor, dan angin kencang, terutama di daerah rawan. “Kami mengingatkan agar masyarakat selalu mengikuti informasi terkini dari BMKG dan mempersiapkan langkah antisipasi jika terjadi kondisi darurat,” ujar perwakilan BMKG dalam keterangannya.

Peringatan ini diharapkan membantu masyarakat dan pemerintah daerah dalam mengantisipasi dampak cuaca ekstrem yang diprediksi berlangsung hingga awal Desember 2024. (**)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.