MELIHAT INDONESIA, GOMBONG – Momen istimewa bagi SMP Muhammadiyah 1 Gombong tercipta pada Rabu, 18 Desember 2024 . Dalam rangka mendukung penerapan Kurikulum Merdeka, sekolah ini menyelenggarakan Bazar Makanan Nusantara sebagai bagian dari Implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema kewirausahaan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pembelajaran, tetapi juga ruang untuk melatih kreativitas dan kemandirian siswa.
Bazar Makanan Nusantara menjadi puncak rangkaian kegiatan P5 kewirausahaan. Beragam stand makanan khas daerah dari seluruh Indonesia menghiasi area sekolah. Setiap kelas turut berpartisipasi dengan menampilkan sajian kuliner unik, mulai dari rendang khas Sumatera Barat hingga sate lilit Bali. Para siswa bahkan mengenakan kostum tradisional dari daerah masing-masing, menciptakan suasana yang kaya akan budaya Nusantara.
Dukungan penuh datang dari paguyuban orang tua siswa, yang turut bekerja sama dengan pihak sekolah. Dengan bimbingan dari wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, siswa yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) berhasil menyusun acara ini secara apik. Kehangatan dan antusiasme terlihat jelas sepanjang bazar berlangsung.
Kepala SMP Muhammadiyah 1 Gombong dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam kesuksesan acara ini.
“Ajang ini tidak hanya sebagai bentuk implementasi P5 dengan tema kewirausahaan, tetapi juga sebagai sarana menggali bakat dan minat siswa serta mengasah kemampuan mereka,” ujarnya. Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada wali kelas dan siswa atas persiapan yang matang.
Kegiatan ini dirancang untuk mencapai beberapa tujuan utama. Pertama, menanamkan jiwa kewirausahaan dengan membekali siswa keterampilan dasar seperti perencanaan, produksi, pemasaran, dan evaluasi. Kedua, memperkenalkan dan melestarikan keberagaman kuliner Nusantara, sehingga siswa lebih menghargai budaya lokal sebagai bagian dari identitas bangsa. Ketiga, mengembangkan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila seperti gotong royong, kreativitas, kemandirian, dan kemampuan bernalar kritis.
Pelaksanaan kegiatan dimulai dengan tahap perencanaan. Guru dan siswa bersama-sama menentukan konsep bazar, di mana setiap kelompok bertanggung jawab atas satu jenis makanan khas daerah. Tahap berikutnya adalah produksi dan persiapan, di mana siswa mulai mempersiapkan bahan dan membuat makanan khas yang telah dipilih. Pada hari pelaksanaan, stand-stand bazar dikelola oleh siswa yang bertugas menjual produk sekaligus menjelaskan asal daerah dan keunikan kuliner tersebut kepada pengunjung.
Setelah bazar selesai, guru dan siswa melakukan evaluasi bersama. Proses refleksi ini penting untuk menilai keberhasilan penjualan, tantangan yang dihadapi, serta pembelajaran yang didapatkan, baik dari aspek kewirausahaan maupun penerapan nilai-nilai Pancasila.
Kegiatan ini memberikan dampak positif yang besar. Siswa tidak hanya belajar cara memulai dan mengelola usaha kecil, tetapi juga meningkatkan kreativitas dan kemampuan bekerja sama dalam kelompok. Selain itu, mereka semakin memahami nilai-nilai kebangsaan dengan mengenal keberagaman budaya Indonesia.
Melalui Implementasi P5 dengan tema kewirausahaan, SMP Muhammadiyah 1 Gombong berhasil menciptakan pengalaman belajar yang bermakna. Kegiatan ini tidak hanya melatih jiwa kewirausahaan, tetapi juga menanamkan rasa cinta terhadap budaya Nusantara. Generasi muda diharapkan dapat tumbuh menjadi individu yang mandiri, kreatif, dan bangga akan identitas bangsanya. (**)