Sabtu, Mei 23, 2026

Video Penolakan Batalyon TNI di Temanggung Viral, Petani Takut Kehilangan Mata Pencaharian

Rencana pembangunan batalyon TNI di Desa Selosabrang, Kecamatan Bejen, Temanggung, mendapat penolakan dari sejumlah petani. Warga khawatir proyek tersebut akan mengurangi lahan pertanian yang selama ini menjadi sumber penghidupan masyarakat.

Penolakan itu ramai diperbincangkan setelah video pernyataan warga beredar di media sosial pada Jumat (22/5/2026). Dalam video unggahan akun Instagram kabarmahasiswa.id, salah seorang warga menyampaikan keberatan petani terhadap pembangunan tersebut.

Menurut warga, lahan pertanian di Selosabrang memiliki peran penting bagi ketahanan pangan masyarakat. Mereka menilai pembangunan batalyon TNI berpotensi menghilangkan area pertanian produktif di desa itu.

“Adanya pembangunan batalon di wilayah Selosabrang niki petani merasa keberatan yang pertama, yang kedua yaitu masalah alasan, alasan kenapa kok keberatan alasannya ini salah satunya lahan ketahanan pangan untuk Selosabrang pak kalau ini dilaksanakan habis lahan pertanian Selosabrang habis,” ujarnya salah seorang warga dikutip Jumat (22/5/2026).

Warga juga mengkhawatirkan dampak ekonomi apabila pembangunan tetap dilakukan. Mereka menilai para petani bisa kehilangan mata pencaharian utama.

“yang ketiga masalah dampak, dampak ini kalau ini dilaksanakan pembangunan, masyarakat khususnya petani diujung kemiskinan pak,” tambahnya.

Saat ini, warga menyebut Desa Selosabrang sudah berada di antara dua perusahaan besar, yakni PT UFI dan PT Perkebunan Nusantara, sehingga mereka semakin khawatir lahan pertanian di Temanggung terus berkurang.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.