MELIHAT INDONESIA, BEKASI –Banjir besar kembali melumpuhkan Kota Bekasi, Jawa Barat. Air bah yang menerjang berbagai wilayah bahkan ikut merendam rumah mantan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono. Tak hanya pasrah menghadapi musibah, Basuki tertangkap kamera berjuang menerjang banjir sambil mendorong motor trailnya yang mati di tengah genangan air.
Basuki Hadimuljono Terjebak di Tengah Banjir
Dalam sebuah video singkat berdurasi enam detik yang diabadikan warga, Basuki yang kini menjabat sebagai Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) tampak berusaha keras menavigasi banjir dengan dibantu seorang pria. Meski sudah tak lagi menjabat sebagai Menteri PUPR, kehadirannya di lokasi bencana tetap menarik perhatian publik.
Selain berjuang menerjang banjir, Basuki juga menyempatkan diri memantau langsung proses penanganan di wilayah terdampak. Dengan mengenakan sandal jepit dan duduk santai bersama petugas berseragam khas PUPR, ia tampak berbincang mengenai kondisi terkini banjir yang semakin meluas.
Banjir Melumpuhkan Kota Bekasi
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi mengonfirmasi bahwa hujan deras yang mengguyur sejak Senin (3/3/2025) malam menjadi pemicu utama banjir. Debit air yang meningkat drastis dari Kali Bekasi memperparah kondisi hingga menyebabkan lebih dari 20 titik banjir tersebar di delapan kecamatan.
“Dipicu hujan intensitas tinggi sejak sore hingga malam hari, air meluap dan menyebabkan banjir di beberapa wilayah Kota Bekasi,” demikian pernyataan BPBD, Selasa (4/3/2025).
Dari data sementara, sebanyak 16.000 jiwa terdampak bencana ini, dengan 5.000 warga harus mengungsi ke lokasi yang lebih aman.
Jembatan Ambrol, Mal Hanyut, Kota Lumpuh!
Tanggul jebol dan meluapnya Kali Bekasi membuat kondisi semakin parah. Beberapa wilayah seperti Kemang Pratama, Mega Bekasi Hypermall, dan Pondok Gede Permai menjadi titik terparah.
Banjir yang tak kunjung surut juga merusak infrastruktur kota. Jembatan di Kemang Pratama ambrol hingga membentuk lubang besar, sementara sejumlah properti di Mal Giant hanyut terbawa arus deras. Akibatnya, aktivitas ekonomi dan transportasi di kota ini lumpuh total.
Kondisi ini turut menyebabkan kemacetan parah di berbagai jalan utama. Warga yang hendak beraktivitas terpaksa menghabiskan waktu berjam-jam di tengah genangan air dan antrean kendaraan yang tak bergerak.
Pemkot Bekasi Siapkan Dapur Umum dan Evakuasi Massal
Menanggapi situasi ini, Pemerintah Kota Bekasi bergerak cepat dengan membuka dapur umum dan mengevakuasi warga ke tempat yang lebih aman. Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, menegaskan bahwa seluruh camat telah diperintahkan untuk segera turun tangan membantu masyarakat yang terdampak.
“Kami sudah mengintruksikan camat untuk mendirikan dapur umum, mengerahkan petugas BPBD, dan memastikan bantuan kesehatan tersedia di lokasi terdampak,” kata Bobihoe.
Ia juga menambahkan bahwa berbagai prasarana evakuasi telah diterjunkan ke titik-titik rawan. “Kami akan terus berkoordinasi untuk memastikan langkah penanganan berjalan lancar,” tandasnya.
Banjir yang disebut sebagai yang terparah sejak 2016 ini masih menjadi ancaman bagi warga Bekasi. Dengan kondisi cuaca yang belum membaik, masyarakat hanya bisa berharap agar penanganan darurat bisa dilakukan lebih cepat sebelum situasi semakin memburuk. (**)