Sebuah insiden kekerasan dilaporkan terjadi di kawasan Cilodong, Kota Depok, pada Sabtu (31/5), melibatkan dugaan keterlibatan oknum anggota TNI dalam pengeroyokan terhadap tiga petugas keamanan (security). Peristiwa ini telah menimbulkan keprihatinan dan tengah dalam proses penanganan hukum oleh aparat berwenang.
Kejadian bermula saat seorang pria yang datang mengendarai sepeda motor bersama seorang wanita diketahui tidak mengikuti prosedur parkir yang berlaku di sebuah area supermarket.
Tanpa mengambil karcis parkir, kendaraan tersebut langsung diparkirkan di area lobi yang biasanya diperuntukkan bagi tamu khusus atau kendaraan operasional. Melihat adanya pelanggaran, salah satu petugas keamanan yang bertugas kemudian memberikan teguran dengan harapan pengunjung tersebut mematuhi aturan.
Namun, reaksi yang diterima di luar dugaan. Teguran tersebut memicu emosi pengendara motor yang justru menunjukkan sikap agresif. Usai keluar dari dalam toko, pria itu mendatangi petugas keamanan dan terjadilah adu mulut yang berkembang menjadi adu fisik. Ketegangan meningkat dengan cepat hingga terjadi perkelahian. Situasi sempat reda setelah dilerai, tetapi tidak berhenti di sana.
Beberapa saat kemudian, wanita yang bersama pria tersebut tampak menghubungi seseorang. Tak lama berselang, datang sekelompok pria yang berjumlah sekitar tujuh orang. Tanpa banyak bicara, mereka langsung melakukan tindakan kekerasan terhadap tiga petugas keamanan yang berada di lokasi.
Serangan itu berlangsung cepat dan terkoordinasi, mengakibatkan dua korban mengalami luka berat dan satu korban luka ringan. Ketiga korban kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Setelah melakukan aksi pengeroyokan, para pelaku melarikan diri. Informasi yang diterima pihak korban menyebut bahwa kelompok pelaku mengarah ke kawasan markas militer di Cilodong, sehingga muncul dugaan bahwa para pelaku memiliki keterkaitan dengan institusi militer.
Laporan resmi telah dibuat oleh kuasa hukum korban ke Polda Metro Jaya, dengan nomor laporan STTLP/B/1074/V/2025/SPKT/POLRES METRO DEPOK/POLDA METRO JAYA.
Pihak TNI melalui Komando Distrik Militer (Kodim) 0508 Depok telah menyatakan bahwa mereka mengetahui adanya laporan tersebut dan saat ini tengah berkoordinasi dengan kepolisian untuk menyelidiki lebih lanjut dugaan keterlibatan oknum anggotanya.
Penelusuran akan difokuskan pada identifikasi pelaku serta kronologi lengkap insiden untuk menentukan langkah penegakan hukum selanjutnya.
Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya profesionalitas serta etika anggota keamanan dan militer dalam menghadapi situasi konflik di ruang publik. Publik pun menantikan penuntasan kasus ini secara transparan dan adil.