Kamis, April 30, 2026

Ekonomi Jateng Tumbuh Pesat, Menperin Soroti Peran Investasi

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengapresiasi pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah yang terus menguat, seiring meningkatnya arus investasi di wilayah tersebut. Hal ini disampaikan saat meresmikan pabrik panel surya PT Trina Mas Agra Indonesia (TMAI) di Kawasan Industri Kendal, Kamis (19/6).

“Semakin besar investasi maka semakin besar potensi pertumbuhan ekonomi. Potensi serapan tenaga kerja lokal juga akan ikut meningkat,” tegas Agus.

Ia menyoroti kontribusi Jawa Tengah terhadap PDB nasional yang mencapai 8,32 persen, dengan pertumbuhan di atas rata-rata nasional sebesar 0,09 persen.

Menperin menyebut pembukaan pabrik PT TMAI sebagai langkah penting dalam membangun ekosistem industri energi terbarukan di Indonesia. Kapasitas produksinya yang terbesar di Indonesia menjadikan Kendal sebagai salah satu pusat pengembangan panel surya nasional.

Keberhasilan Jawa Tengah dalam menarik investasi, menurut Agus, tak lepas dari strategi Gubernur Ahmad Luthfi yang menjadikan para kepala daerah sebagai ujung tombak promosi investasi.

“Wajar saja kalau Jawa Tengah sekarang ini menjadi daya tarik yang luar biasa besar bagi para calon investor untuk masuk ke Indonesia,” ujarnya.

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi membenarkan bahwa pihaknya memang mendorong seluruh kepala daerah dan OPD untuk menjadi “sales” daerah masing-masing. Strategi ini terbukti efektif. Pada triwulan I tahun 2025, investasi di Jateng mencapai Rp21 triliun, dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 4,98 persen lebih tinggi dari angka nasional.

Luthfi menyebut keunggulan Jateng mencakup iklim keamanan yang kondusif, perizinan cepat, ketersediaan lahan industri, infrastruktur pelabuhan dan bandara internasional, serta upah tenaga kerja yang kompetitif.

“Bandara kami juga sudah internasional, pelabuhan akan kami revitalisasi. Jadi ke depan tidak ada lagi investor yang tidak tertarik. Rugi kalau nggak investasi di Jawa Tengah,” terang Luthfi.

PT TMAI sendiri turut berkontribusi menyerap tenaga kerja lokal, dengan proporsi 60 persen pekerja berasal dari wilayah Kendal dan sekitarnya.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.