Wacana legalisasi sabung ayam atau tajen di Bali kembali mencuat setelah mendapat dukungan dari Wakil Ketua DPRD Bali, I Wayan Disel Astawa. Ia menyatakan sepakat dengan pendapat sejumlah anggota dewan yang mengusulkan agar sabung ayam dilegalkan, mengingat potensinya sebagai aktivitas ekonomi yang berdampak positif bagi pembangunan daerah.
“Manfaatnya lebih besar lah untuk pembangunan bagi Bali juga kan, seperti DKI Jakarta dulu tidak ada jalan tol, dengan adanya kasino dibuka ada perbaikan sana sini pembangunan,” kata dia usai Sidang Paripurna DPRD Bali di Denpasar, Senin (23/6).
Menurut Astawa, Bali juga ingin menikmati kemajuan pembangunan sebagaimana pernah dilakukan oleh DKI Jakarta di masa kepemimpinan Ali Sadikin. Dalam konteks itu, sabung ayam dinilai sebagai bentuk lokal jenius yang dapat dikembangkan sebagai atraksi budaya.
“Terkait tajen, melihat pada situasi kondisi yang seperti ini kita kembali pada zamannya Gubernur DKI Jakarta Pak Ali Sadikin, mereka berani membangun kasino, kenapa di Bali tidak, ada seperti ini lokal jenius kita atraksi budaya,” ujarnya.
Ia juga menyinggung insiden berdarah yang terjadi di arena sabung ayam Desa Songan A, Kintamani, Bangli, pada Sabtu (14/6) lalu sebagai salah satu alasan untuk mempertimbangkan legalisasi. Menurutnya, pengaturan hukum justru dapat mencegah potensi konflik di kemudian hari.
“Saya kira menurut pandangan saya itu hal wajar, jadi usulan kita bersama daripada seperti sekarang tidak dilegalkan, tapi dia (sabung ayam) ada. Dan, kalau kita legalkan akan mengurangi dampak kriminalisasi yang terjadi,” ujarnya.
Meski demikian, Astawa menegaskan bahwa wacana legalisasi sabung ayam ini masih dalam tahap kajian dan akan dikonsultasikan terlebih dahulu ke pemerintah pusat, terutama terkait aturan hukum yang berlaku.
“Ya kita kan izin ke pusat juga karena di sana ada KUHP, apa benar tidak, kita buka dan bedah,” ucapnya.
Sebelumnya, sejumlah anggota DPRD Bali juga telah menyuarakan gagasan serupa untuk melegalkan tajen sebagai bagian dari atraksi wisata budaya yang khas dari Bali.