Bahasa adalah perantara komunikasi dalam bermasyarakat, macamnya pun tidak terhitung. Diantara banyaknya bahasa tersebut, ada bahasa yang sudah mendunia dan banyak digunakan dalam dunia kerja dan menjalin hubungan antara berbagai pihak.
Maka dari itu perlu perkembangan yang harus diterapkan dengan meningkatkan skill untuk meningkatkan kualitas dari Sumber Daya Manusia (SDM), seperti yang sedang dilakukan Pemkab Blora.
Bupati Blora, Arief Rohman, mengapresiasi hadirnya Sekolah Bahasa Cabang Blora sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), terutama dalam kemampuan bahasa asing yang kini menjadi kebutuhan mendesak di era globalisasi.
Sekolah ini menawarkan pembelajaran Bahasa Inggris, Korea, Mandarin, dan Jepang, yang dibuka untuk semua jenjang usia—mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, termasuk Aparatur Sipil Negara (ASN).
Peningkatan skill bahasa asing dipandang penting oleh Bupati Arief agar generasi muda Blora mampu bersaing di pasar kerja global, termasuk peluang kuliah atau bekerja di luar negeri. Hal ini juga sejalan dengan tren meningkatnya permintaan tenaga kerja Indonesia di negara-negara seperti Korea Selatan dan Jepang yang mensyaratkan kemampuan bahasa sebagai kunci utama.
Sekolah Bahasa ini merupakan cabang dari institusi pusat di Jakarta Selatan. Sejak 2023 telah beroperasi secara online, namun karena kendala teknis seperti jaringan internet yang tidak stabil di beberapa wilayah Blora, pada 2025 dibuka sistem kelas offline dengan fasilitas empat ruang belajar ber-AC dan kapasitas terbatas (5–8 orang per kelas) untuk menjamin efektivitas pembelajaran.
CEO Sekolah Bahasa, Audy Laksmana, menekankan bahwa pendekatan pembelajaran difokuskan pada kemampuan percakapan (conversation) agar siswa lebih percaya diri berkomunikasi dalam bahasa asing, mengatasi kendala umum di mana banyak siswa hanya kuat dalam membaca dan menulis. Materi teori tetap diberikan, tetapi ditopang dengan metode interaktif yang memaksa siswa untuk aktif berbicara.
Keunggulan sekolah ini juga terletak pada sistem pelaporan belajar yang transparan, di mana orang tua bisa memantau langsung perkembangan anak melalui portal online. Ini menjadi pembeda signifikan dibanding kursus bahasa konvensional.
Direktur Cabang Blora, Afrie Radite, menyebut kurikulum yang digunakan sudah teruji di Jakarta dan akan dimodifikasi sesuai kebutuhan lokal.
Kepala cabang Blora, Depa Monica, menambahkan bahwa sekolah ini terbuka bagi anak-anak SD hingga orang dewasa yang bekerja, dan tahap awal akan dibuka kelas Bahasa Inggris dan Korea, disusul Mandarin dan Jepang.
Mantan Bupati Blora, Yudhi Sancoyo, turut menyambut baik kehadiran sekolah ini karena dianggap mampu membuka jalan bagi anak-anak Blora mengejar karier di luar negeri. Ia mencontohkan perbandingan signifikan gaji pekerja seperti tukang batu di Jepang yang bisa mencapai Rp70 juta per bulan—jauh di atas gaji di dalam negeri.
Dengan semua keunggulan tersebut, keberadaan Sekolah Bahasa di Blora diharapkan mampu menjadi motor peningkatan daya saing daerah, terutama dalam menyiapkan SDM yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kompeten secara global.