Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur dan Bali International Hospital pada Rabu (25/6). Dalam sambutannya, Prabowo secara khusus mengucapkan terima kasih dan memberi apresiasi kepada Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), yang telah merintis proyek ini.
“Saya gunakan kesempatan ini untuk mengajak kita semua menyampaikan penghargaan atas keputusan Presiden Joko Widodo membuka Kawasan Ekonomi Khusus, karena KEK ini diputuskan di bawah pemerintah Pak Jokowi,” ujar Prabowo di hadapan para undangan.
Prabowo menyebut dirinya merasa beruntung dapat meresmikan proyek yang telah dimulai sejak era Jokowi. Ia menegaskan bahwa dirinya mewarisi dan melanjutkan kebaikan dari para pemimpin sebelumnya.
“Saya merasa bahwa saya mewarisi kebaikan dari kepemimpinan presiden-presiden sebelum saya. Ini yang saya tangkap dan ini yang harus kita berani untuk teladani,” lanjutnya.
Presiden Prabowo juga menekankan bahwa membangun bangsa adalah tugas kolektif yang melibatkan semua elemen masyarakat — bukan hanya pemimpin negara, melainkan juga petani, nelayan, dokter, guru, dan insinyur.
“Negara ini tidak hanya dibangun oleh satu dua orang, tapi oleh lapisan demi lapisan. Semua punya peran — dari presiden, menteri, pengusaha, sampai ke guru di pedalaman dan profesor di gunung-gunung,” ucapnya.
Tentang KEK Sanur
KEK Sanur secara resmi ditetapkan oleh Presiden Jokowi melalui Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2022, yang diteken pada 1 November 2022. Kawasan ini memiliki luas 41,26 hektare dan terletak di Kecamatan Denpasar Selatan, Bali. Proyek ini diharapkan mampu mempercepat penciptaan lapangan kerja serta mendorong pengembangan wilayah Kota Denpasar.
Melalui peraturan tersebut, Jokowi juga memberi mandat kepada Dewan Nasional KEK untuk menunjuk badan usaha pengelola dan pembangun kawasan ini dalam waktu maksimal 30 hari setelah aturan ditetapkan. Badan usaha ini bertanggung jawab penuh atas pembiayaan dan pengelolaan KEK Sanur ke depan.