Rabu, April 29, 2026

Gajah Dan Flora-Fauna Lainnya Di Tesso Nilo Lawan Perambahan Hutan Demi Pertahankan Habitatnya

Habitat asli “gajah influencer” Domang dan Tari, Taman Nasional Tesso Nilo, terancam direnggut orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Bukan hanya habitat asli gajah, flora dan fauna lain di sana pun akan berakhir mengenaskan jika tidak ada perlawanan.

Kejaksaan Agung melalui Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) mengungkap terjadinya penyusutan luas Taman Nasional Tesso Nilo yang terletak di Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Harli Siregar, mengungkapkan bahwa luas taman nasional tersebut terus berkurang dibandingkan kondisinya pada tahun 2014.

“Taman Nasional Tesso Nilo ini bahwa kalau tidak salah di 2014 luasannya sekitar 81.739 hektar, tetapi dalam perkembangannya mengalami penggerusan,” ujar Harli di Kantor Kejagung, Jakarta, Selasa (10/6/2025).

Menurut Harli, ada berbagai faktor yang menyebabkan menyusutnya kawasan konservasi tersebut. Salah satunya adalah maraknya perkebunan kelapa sawit ilegal yang masuk ke dalam kawasan hutan lindung.

“Yang pertama, sekarang sudah banyak penanaman kebun-kebun kelapa sawit secara ilegal. Kenapa (disebut ilegal)? Karena Taman Nasional itu merupakan kawasan hutan yang harus dilindungi,” jelasnya.

Selain aktivitas ilegal tersebut, keberadaan penduduk pendatang juga turut memperburuk kondisi kawasan. Harli menegaskan bahwa tekanan terhadap habitat alami menyebabkan ketidakseimbangan ekosistem.

“Jadi ada konflik antara manusia dengan hewan,”tuturnya, merujuk pada meningkatnya pertemuan antara satwa liar dan manusia akibat rusaknya habitat alami.

Satgas PKH menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi hutan yang mengalami degradasi cukup cepat dalam waktu singkat.

“Sangat memprihatinkan karena baru dalam kurun waktu 10 atau 11 tahun, tapi ada penggerusan, ada penyusutan terhadap fungsi-fungsi kawasan yang seharusnya dalam rangka pelestarian hewan-hewan liar dan juga sumber hayati yang ada di situ,” ujar Harli.

Sebagai langkah konkret, Satgas PKH telah berkoordinasi dengan TNI dan Polri untuk melakukan pengawasan dan penegakan hukum di kawasan tersebut. Hasil temuan ini juga akan dilaporkan kepada Kementerian Kehutanan untuk ditindaklanjuti secara kelembagaan.

“Kita harapkan ke depan bahwa Kementerian Kehutanan itu tentu memiliki kebijakan bagaimana menghutankan itu kembali supaya ekosistem yang ada di Taman Nasional Tesso Nilo itu bisa dipulihkan karena itu merupakan warisan kehidupan,” kata Harli.

Saat ini, Satgas PKH telah menurunkan tim ke lapangan dan terus menjalin koordinasi dengan berbagai pihak demi menjaga kelestarian kawasan Taman Nasional Tesso Nilo.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.