Kamis, April 30, 2026

Bikin Tenang Emak Emak Gerakan Pangan Murah Digelar di Jateng

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali menggulirkan Gerakan Pangan Murah (GPM) secara masif di 10 kabupaten/kota demi menstabilkan harga bahan pokok dan menekan laju inflasi.

Salah satu titik pelaksanaan GPM berlangsung di Halaman Kantor Desa Karanggedong, Kecamatan Ngadirejo, pada Selasa (15/7/2025). Sejak pagi hari, warga sudah memadati lokasi untuk mendapatkan kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, telur, hingga sayuran dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan pasar.

Warga Desa Karanggedong, Ririn, mengaku senang karena bisa menghemat pengeluaran rumah tangga.

“Lumayan, bisa ngirit buat beli sayur. Ini sangat membantu, apalagi musim masuk sekolah,” ujarnya.

Ririn membeli beras seharga Rp11.000 per kilogram, jauh lebih murah dari harga pasar yang mencapai Rp15.500. Selain itu, minyak goreng dijual Rp14.000 per liter (harga pasar Rp18.000), dan gula hanya Rp14.000 per kg (harga pasar Rp17.000).

Tak hanya Ririn, Tuminah, seorang pedagang nasi yang juga warga Karanggedong, turut menyambut antusias kehadiran GPM.

“Terima kasih Bapak Gubernur sudah ada pangan murah, sembako murah. Senang banget karena tiap hari memerlukan ini, apalagi saya tidak punya sawah. Semoga tiap bulan ada pangan murah,” ungkapnya.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi yang hadir langsung di lokasi menyampaikan bahwa GPM ini ditujukan untuk menekan harga kebutuhan pokok, terutama di daerah-daerah dengan inflasi tinggi.

“Ini untuk mengintervensi harga bahan pokok penting. Mulai minyak goreng, beras, gula, dan lainnya, sehingga harganya terjangkau oleh masyarakat,” jelasnya.

Program ini melibatkan kerja sama antara Pemprov Jateng, Bulog, dan BUMD PT Jawa Tengah Argo Berdikari (JTAB). Menurut Direktur Utama PT JTAB, Totok Agus Siswanto, pihaknya menggelar GPM di 10 daerah dalam pekan ini, yakni Temanggung, Blora, Jepara, Kudus, Pekalongan, Sukoharjo, Rembang, serta Kota Pekalongan, Salatiga, dan Semarang.

“Ini sudah yang ke-5, ada sekitar 10 kabupaten/kota untuk minggu ini saja. Satu bulan ini diinstruksikan untuk operasi pasar. Dipilih kira-kira yang inflasinya paling tinggi, kami akan masuk ke sana,” terangnya.

Ia menambahkan, bahan pangan yang dijual di GPM berasal langsung dari kelompok petani (Gapoktan) di Jawa Tengah. Dengan memangkas rantai distribusi yang panjang, harga bisa ditekan lebih stabil.

“Untuk gula pasir dan minyak goreng kami ambil dari PT. Memang, ada subsidi transportasi dari pemerintah, termasuk untuk beras dari Bulog,” tambah Totok.

Di Temanggung, tersedia sekitar 100 ton beras, 2.000 liter minyak goreng, 400 kg gula pasir, 600 kg telur, serta berbagai sayuran dan bumbu dapur lainnya.

“Perbandingan harganya gula pasir di luar sampai Rp17.000 per kg, kita jual Rp14.000 di sini. Beras di GPM dijual Rp11.000 per kg, minyak goreng dijual Rp14.000. Operasi pasar ini diharap dapat menekan harga bahan pokok di pasaran,” jelasnya.

GPM bukan hanya menjadi solusi sementara, tetapi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan dan menjawab kebutuhan nyata masyarakat, terutama jelang tahun ajaran baru dan saat tekanan ekonomi meningkat.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.