Jumat, Mei 1, 2026

Buka Warung di Bangsal Makam! Emak-emak Klaten Ini Tetap Laris Meski Dekat Keranda

Tak banyak orang berani membuka usaha di dekat kompleks makam, apalagi jika harus berbagi ruang dengan keranda mayat. Tapi bagi Yatin Priyanti (44), warga Desa Pucang Miliran, Kecamatan Tulung, Klaten, itu bukan masalah besar. Ia justru mendirikan warung makan di bangsal permakaman Dusun Saluhan, dan sudah berjualan sejak tahun 2018.

Bangsal yang dijadikan tempat berjualan itu bukan sembarang bangunan—di pojok selatan terdapat keranda mayat dan perlengkapan penguburan, namun warung tetap ramai didatangi pelanggan.

“Di sini sudah sejak 2018, pas (pandemi) COVID,” tutur Yatin saat ditemui, Rabu (30/7/2025). Ia menambahkan, “Saya pulang dan berjualan di sini ya karena adanya di sini… izin ke RT RW dan tidak masalah.”

Menu yang dijual pun sederhana tapi menggugah selera: lotek, gado-gado, soto ayam, dan tahu guling. Meski suasana makam terasa kental, pembeli tetap berdatangan. Bahkan, warungnya tetap ramai di pagi dan siang hari, “meskipun habis ada yang dikubur.”

Namun, Yatin tetap menghormati suasana duka. Jika ada warga meninggal, ia otomatis menutup warungnya. “Jualannya pasti diliburkan jika ada orang meninggal,” jelasnya.

Tak jarang pembeli baru merasa terkejut saat melihat lokasi warung yang tidak biasa. “Ya tanya kok ada keranda, tapi setelah tahu ya biasa,” ucap Yatin sambil tertawa.

Salah satu langganannya, Sumiyati, warga Desa Padan Daleman, mengaku tak merasa aneh sama sekali. “Ya tahu itu ada makam tapi biasa saja dari dulu,” katanya.

Warung unik di tengah suasana makam ini mungkin terdengar tak lazim, tapi bagi warga sekitar, sudah menjadi bagian dari keseharian. Harga lotek pakai telur? Rp 12.000 saja. Dan yang penting: tetap ramai pembeli, bahkan saat malam Jumat.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.