Sabtu, April 25, 2026

Pesan Tegas Bupati Blora ke Fatayat NU: Fokus Perempuan, Anak, dan Pertanian Organik

Peran perempuan dalam mencetak generasi penerus bangsa memang besar. Hal tersebut tidak dilupakan oleh Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, S.IP., M.Si., dalam mencetak generasi emas yang bakal menjadi tiang masa depan bagi daerah yan dikomandoinya.

Demi mewujudkannya, Arief Rohman meminta Fatayat NU Blora dan Cepu periode 2025–2030 untuk fokus pada isu perempuan, anak, serta peningkatan ekonomi keluarga. Pesan itu disampaikan saat pelantikan pengurus PC Fatayat NU Blora dan Cepu di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora, Minggu (7/9/2025).

Dalam arahannya, Arief menekankan pentingnya kerja sama Fatayat NU dengan dinas terkait, seperti Dinsos PPPA untuk perlindungan perempuan dan anak, Dinas Kesehatan dalam pencegahan pernikahan dini, serta Dalduk KB terkait ketahanan keluarga.

“Fatayat ini mitra strategis, karena anggotanya ibu-ibu muda dan produktif. Mereka punya peran penting dalam mengawal anak-anak usia sekolah,” ujarnya.

Menurut Arief, peran ibu-ibu sangat krusial dalam menjaga generasi muda agar tidak terjerumus pada hal-hal negatif, terutama fenomena pelajar yang kerap ikut dalam aksi unjuk rasa tanpa pemahaman yang matang. Karena itu, Fatayat NU diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam mendampingi keluarga.

Selain itu, Bupati juga menekankan pentingnya peningkatan ekonomi keluarga melalui kegiatan sederhana namun nyata. Misalnya pelatihan membuat roti, keterampilan menjahit, hingga menanam sayuran di pekarangan rumah. Produk yang dihasilkan bisa dipasarkan melalui Dekranasda maupun di ajang car free day.

“Program sederhana tapi konkret justru lebih bermanfaat karena bisa langsung dirasakan anggota Fatayat dan keluarganya,” tambahnya.

Tidak hanya itu, Arief juga mengajak Fatayat NU untuk ikut berperan dalam program pertanian organik. Menurutnya, pertanian ramah lingkungan adalah investasi penting untuk masa depan anak cucu. “Kondisi alam kita semakin rusak, maka harus diimbangi dengan pola pertanian yang sehat,” tegasnya.

Acara pelantikan berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan. Selain pengukuhan pengurus, juga dilakukan penandatanganan Aksi Tolak Kekerasan dan Pernikahan Dini oleh seluruh tamu undangan. Kehadiran tokoh-tokoh penting seperti Ketua Wilayah Fatayat NU Jawa Tengah Hj.

Tazkiyyatul Muthmainnah, Ketua DPRD Blora Mustopa, Ketua PKK Blora Ainia Shalichah, perwakilan Forkopimda, serta jajaran ormas NU, semakin menegaskan dukungan luas bagi kiprah Fatayat NU di Kabupaten Blora.

Dengan semangat kebersamaan ini, Bupati berharap Fatayat NU Blora dan Cepu mampu menjadi motor penggerak dalam pemberdayaan perempuan, menjaga anak-anak dari ancaman pernikahan dini, sekaligus mendukung kemandirian ekonomi keluarga di tengah masyarakat.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.