Jumat, Mei 1, 2026

Airlangga Pamerkan Kinerja Ekonomi Indonesia yang Lampaui Turki, Arab Saudi, dan Brasil

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di posisi kuat di antara negara-negara anggota G20.

Ia menyebut, ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,12 persen pada kuartal II tahun 2025, lebih tinggi dibandingkan Turki yang mencatat 4,8 persen, Arab Saudi 3,9 persen, dan Brasil 2,2 persen.

“Ekonomi Indonesia tumbuh solid. Di antara negara G20, India tumbuh 7,8 persen, Cina 5,2 persen, dan kita 5,12 persen. Artinya posisi kita sangat kompetitif,” ujar Airlangga saat berbicara di acara Investor Daily Summit 2025 di Jakarta, Kamis (9/10/2025).

Airlangga juga menyoroti kinerja pasar modal yang menguat.

Ia mengatakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah mencapai level tertinggi sepanjang sejarah di angka 8.100.

Menurutnya, capaian ini mencerminkan kepercayaan investor yang terus meningkat terhadap stabilitas ekonomi nasional.

Dari sisi investasi, Airlangga menyebut realisasi pada semester pertama 2025 telah mencapai Rp943 triliun.

Pemerintah juga mencatat rasio utang nasional sebesar 38,8 persen dari PDB, jauh lebih rendah dibandingkan Jepang yang mencapai 237 persen, Amerika Serikat 124 persen, Inggris 96 persen, Cina 88 persen, dan India 82 persen.

Ia menilai rendahnya rasio utang ini menunjukkan kehati-hatian fiskal dan kemampuan pemerintah menjaga stabilitas ekonomi.

“Ini menjadi bukti bahwa ekonomi kita tumbuh sehat dan terkendali,” ujarnya.

Airlangga juga memaparkan sejumlah capaian selama satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Menurutnya, inflasi berhasil dikendalikan di level 2,65 persen pada September 2025, sementara harga pangan relatif stabil dan daya beli masyarakat tetap kuat.

Selain itu, neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus selama 64 bulan berturut-turut, cadangan devisa terjaga di kisaran Rp150 miliar, dan pertumbuhan kredit perbankan mencapai 10–11 persen.

Pemerintah juga telah memberikan akses permodalan bagi 3,46 juta pelaku UMKM, petani, dan nelayan melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Dalam jangka pendek, pemerintah disebut akan terus memperkuat ketahanan ekonomi nasional melalui paket stimulus, mulai dari bantuan pangan, dukungan bagi sektor pariwisata dan padat karya, hingga modernisasi kapal nelayan untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.