Senin, Mei 4, 2026

KGPAA Hamangkunegoro Resmi Naik Tahta Sebagai Paku Buwono XIV, Pimpin Kasunanan Surakarta

Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom Hamangkunegoro Sudibya Rajaputra Naréndra Mataram secara resmi menyatakan diri sebagai Raja Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat yang baru dengan gelar Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun Kanjeng Susuhunan (SISKS) Paku Buwono XIV.

Deklarasi tersebut disampaikan langsung oleh Hamangkunegoro dalam prosesi sabda lelayon sebelum melepas jenazah almarhum ayahandanya, Paku Buwono XIII, di Sasana Parasdya Keraton Surakarta, Rabu pagi (5/11/2025).

“Saya, KGPAA Hamangkunagoro Sudibyo Rojoputro Narendra Mataram, pada hari ini, Rabu Legi 14 Jumadil Awal tahun dal 1959, atau tanggal 5 november 2025, naik tahta Kasunanan Surakarta Hadiningrat dengan sebutan Sampeyan Dalem Ingkang Sinuwun Kanjeng Susuhunan (SISKS) Paku Buwana XIV. Saya perintahkan untuk memberangkatkan ayah saya ke Pajimatan Imogiri. Laksanakan,” ujarnya dalam Bahasa Jawa Krama Inggil.

Sebelum menyampaikan ikrar kenaikan tahta, Hamangkunegoro juga mewakili keluarga besar mengucapkan terima kasih kepada para pelayat dan memohon doa bagi almarhum PB XIII.

“SISKS Paku Buwana XIII meninggal dunia pada tanggal 2 november 2025. Saya, KGPAA Hamangkunegoro Sudibya Rajaputra Narendra Mataram mewakili keluarga menyampaikan kepada anda semua yang telah berkenan hadir untuk memberi penghormatan kepada almarhum. Semoga kebaikan panjenengan semua diterima sebagai amal. Saya juga meminta doa panjenengan semua semoga arwah SISKS Paku Buwana XIII diterima di sisi Tuhan yang maha pemurah dan belas kasih, menempati swarga yang kekal,” tuturnya.

Menanggapi peristiwa tersebut, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Timoer Rumbaikusuma Dewayani, putri tertua almarhum PB XIII, menilai tindakan adiknya yang mengucapkan ikrar kesetiaan di depan jenazah sang ayah merupakan bagian dari tradisi luhur yang diwariskan turun-temurun.

“Dulu juga pernah terjadi di era para leluhur raja sebelumnya. Sumpah di hadapan jenazah ayahanda adalah simbol kesetiaan, bukan pelanggaran adat. Justru inilah cara kita menjaga kontinuitas kepemimpinan di Karaton,” ungkap Gusti Timoer.

Ia menegaskan, pengucapan ikrar tersebut menandakan tidak adanya kekosongan kepemimpinan di lingkungan Kasunanan Surakarta.

“Segala prosesi adat dan tanggung jawab pemerintahan Karaton tetap berjalan sebagaimana mestinya, di bawah pimpinan raja baru, Sampéyandalem Ingkang Sinuhun Kangjeng Susuhunan Pakoe Boewono XIV,” tandasnya.

Dengan demikian, prosesi sakral itu menjadi penanda resmi dimulainya masa pemerintahan Paku Buwono XIV, melanjutkan estafet kepemimpinan Kasunanan Surakarta Hadiningrat.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.