Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa pemerintah akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh izin perusahaan tambang di wilayah Sumatera setelah banjir besar yang terjadi beberapa hari terakhir.
Ia menegaskan bahwa perusahaan tambang yang tidak memenuhi kaidah lingkungan akan menjadi prioritas untuk ditinjau ulang agar kejadian serupa tidak terulang.
Penegasan ini disampaikan Bahlil saat menghadiri Musda Golkar XI di Palangka Raya.
Bahlil menyebut momentum bencana banjir dan longsor ini harus dimanfaatkan untuk melakukan penataan ulang sektor pertambangan agar seluruh aktivitasnya sesuai dengan standar AMDAL.
Ia menambahkan bahwa pengalamannya sebagai pengusaha di masa lalu akan menjadi dasar dalam menyusun regulasi dan kebijakan yang lebih ramah lingkungan.
Menurutnya, pembenahan regulasi penting dilakukan untuk mencegah risiko lingkungan yang selama ini rentan muncul akibat aktivitas pertambangan yang tidak terkontrol.
Selain itu, Bahlil juga menyampaikan belasungkawa mendalam kepada korban banjir di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh.
Ia memastikan akan meninjau langsung lokasi terdampak begitu akses jalan memungkinkan, dan kementeriannya akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan penanganan dan evaluasi berjalan maksimal.