Jumat, Mei 1, 2026

Wayang Kulit Spektakuler Warnai Peringatan Hari Wayang Dunia 2025 di Klaten

Panggung budaya Klaten kembali hidup semarak saat Guyub Dhalang Klaten (Gudhaka) menghadirkan pergelaran wayang kulit spektakuler di halaman Gedung Sunan Pandanaran (RSPD) Klaten, Selasa (2/12) malam. Pertunjukan istimewa ini menjadi penanda peringatan Hari Wayang Dunia/Nasional 2025 dan menampilkan kekuatan seni tradisi melalui kolaborasi empat dalang dan 50 sinden muda.

Acara yang berlangsung semalam suntuk tersebut dihadiri oleh Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, Plt Kepala Disbudporapar Purwanto, serta jajaran Forkopimda. Ketua Gudhaka, Bagong Darmono, menyampaikan bahwa pergelaran kali ini merupakan bentuk tasyakuran sekaligus upaya melibatkan lebih banyak seniman muda Klaten dalam pelestarian budaya wayang.

Wayang sendiri telah ditetapkan UNESCO sebagai warisan budaya takbenda sejak 7 November 2003, dan pengakuan itu menjadi dasar Gudhaka menggelar pentas akbar dengan lakon Ramayana. Empat dalang asli Klaten—Ki MPP Bayu Aji, Ki Tantut Sutanto, Ki Jalu Tomo Pandoyo, dan Ki Gatot Purwo Pandoyo—tampil memukau dalam kisah Rama Tambak–Brubuh Ngalengka.

“Untuk memeriahkan pergelaran wayang kulit malam ini, Gudhaka menampilkan 50 orang sinden termasuk Apri-Mimin. Pentas wayang kulit spektakuler ini baru kali pertama diselenggarakan, dan harapannya tahun depan kembali digelar lebih spektakuler,” ujar Bagong.

Bupati Hamenang Wajar Ismoyo turut memberikan sambutan penuh apresiasi. Ia mengaku bangga atas kekompakan para dalang Klaten yang mampu menghadirkan pertunjukan berskala besar dalam rangka Hari Wayang Dunia/Nasional.

“Atas nama pemerintah daerah kami menyampaikan selamat Hari Wayang Dunia/Nasional 2025. Kemudian, untuk tahun depan penyelenggaraan kegiatan pentas hari wayang ini bisa dikoneksikan atau dihubungkan dengan peringatan Hari Jadi ke-222 Klaten,” katanya.

Sebagai bentuk penghormatan kepada para pelaku seni, Bupati bersama Ketua Gudhaka dan para penari gambyong menyerahkan tokoh wayang kepada empat dalang yang mengisi pergelaran malam itu. Kehadiran masyarakat dalam jumlah besar semakin menegaskan bahwa wayang tetap menjadi denyut kebudayaan yang hidup di tengah masyarakat Klaten.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.