Kamis, Juni 25, 2026

Terkesan Jogo Tonggo di Kudus, Ganjar Minta Semua Daerah Ikut Mencontoh

KUDUS – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo terkesan dengan warga perumahan Graha Muria Swasti Kirana di Kedungdowo, Kecamatan Kaliwungu, Kudus. Sebab, mereka bergotong royong dan menghidupkan Jogo Tonggo dengan baik.

“Assalamualaikum, motore disade nopo mboten bu?,” seloroh Ganjar saat menyapa salah satu warga yang sedang isolasi mandiri di rumahnya.

Ganjar lantas bertanya kabar mereka, yang sekeluarga terpapar COVID-19. Mereka tinggal serumah berisikan 4 orang. Masing-masing tinggal di dua lantai. Hanya bertemu saat hendak makan.

“Awalnya saya pak yang positif, setelah bepergian ke Pati sempat belanja juga. Nggak tau juga tertularnya darimana. Ini di rumah berempat, sudah dua minggu,” katanya.

Saat meninjau, Ganjar juga menemukan hal menarik dari Jogo Tonggo yang dilakukan. Mereka secara swadaya dan bergantian antar 7 blok perumahan untuk menyiapkan makanan bagi warga yang terkena COVID-19.

Makanan diberikan sehari tiga kali, dengan tetap mengutamakan protokol kesehatan. Rumah-rumah juga ditempeli stiker khusus untuk menandakan bahwa di rumah tersebut terdapat orang terkonfirmasi COVID-19.

Ganjar semakin tertarik, saat melihat salah satu koordinator Jogo Tonggo yang tampak membawa laptop. Ganjar bertanya, apa yang dia catat di laptopnya tersebut dan mendapati bahwa Jogo Tonggo di sana sangat detail pencatatannya.

“Ini saya lagi sama pak Bupati Kudus, Kedungdowo kaliwungu tapi bukan Kendal, Kudus. Ada 28 orang yang positif COVID, dan ternyata mereka jogo tonggonya hidup,”

– Ganjar Pranowo

Pendataan dilakukan secara detail mulai dari siapa yang terpapar, kontak erat hingga data sudah berapa lama menjalani isolasi.

“Sehingga datanya ada dan diassign ke Satgas Covid, ini salah satu saya kira model jogo tonggo yang menarik, memang beruntuk karena dukungan perumahan kompleknya bagus juga,” katanya.

Ganjar berharap, jogo tonggo di Graha Muria Sakti Kirana ini bisa dicontoh. Sebab, sistem pencatatan yang detail ini penting karena akan menjadi data bagi Satgas COVID-19 dalam melakukan penanganan. Ganjar pun berpesan pada para pegiat Jogo tonggo agar tidak lelah sambil melakukan edukasi pada warga.

“Mudah-mudahan ini menginspirasi yang lain. Sebenarnya yang bagus itu, dicatat, karena catatan inilah yang akan bisa dipakai sebagai data siapa, di mana, kapan, sudah diapakan dan sebagainya tercatat dengan baik sehingga harapannya (penanganan) bisa berjalan. Sambil dieedukasi terus nggih, cerewet pokoke,”

– Ganjar Pranowo

Setidaknya ada 28 warga di 17 rumah yang terpapar COVID-19. Tidak semuanya isolasi mandiri di rumah, beberapa yang mengalami gejala dirawat di rumah sakit.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.