Rabu, Juni 24, 2026

Menteri Kebudayaan Fadli Zon Ungkap Mengapa Generasi Sekarang Harus Mencontoh Gaya Kepemimpinan Soeharto

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menilai sejumlah aspek kepemimpinan Presiden ke-2 RI Soeharto masih relevan untuk dipahami dan dipelajari oleh generasi saat ini. Menurutnya, pengalaman kepemimpinan Soeharto menyimpan berbagai pelajaran penting, terutama dalam menghadapi situasi krisis dan mengambil keputusan strategis bagi negara.

Pandangan tersebut disampaikan Fadli saat menjadi pembicara dalam Seminar Nasional Kepemimpinan Jenderal Besar HM Soeharto yang berlangsung di Universitas Trilogi, Jakarta Selatan, Rabu (24/6/2026).

Dalam pemaparannya, Fadli menyoroti pendekatan kepemimpinan Soeharto yang dinilai berangkat dari kondisi nyata yang dihadapi masyarakat. Ia menyebut Soeharto memimpin Indonesia pada masa yang penuh tantangan, ketika kondisi ekonomi nasional tengah mengalami tekanan berat.

Menurut Fadli, Indonesia saat itu menghadapi berbagai persoalan serius, mulai dari inflasi yang sangat tinggi, pertumbuhan ekonomi yang negatif, hingga kesulitan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Di tengah situasi tersebut, Soeharto dinilai mampu menjalankan kebijakan yang berorientasi pada pemulihan kondisi bangsa.

Fadli juga menyinggung pengalaman militer Soeharto yang terlibat dalam berbagai peristiwa penting selama masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Pengalaman tersebut, menurutnya, turut membentuk karakter kepemimpinan yang tegas dan berani mengambil keputusan.

Ia menyebut nama Soeharto tercatat dalam sejumlah peristiwa bersejarah, seperti Pertempuran Ambarawa, Pertempuran Lima Hari di Semarang, hingga Serangan Umum 1 Maret 1949. Fadli mengatakan berbagai dokumen sejarah dan kesaksian menunjukkan peran Soeharto dalam rangkaian perjuangan tersebut.

Selain kiprahnya di dalam negeri, Fadli menilai Soeharto juga memberikan kontribusi dalam memperkuat posisi Indonesia di tingkat internasional. Ia menyoroti peran Indonesia dalam ASEAN, APEC, dan Gerakan Non-Blok selama masa pemerintahan Soeharto.

Menurutnya, Indonesia pada periode tersebut juga aktif berperan dalam upaya penyelesaian konflik di kawasan, termasuk melalui mediasi pada sejumlah persoalan yang terjadi di Filipina dan Kamboja.

Di sektor ekonomi, Fadli menilai keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan pada tahun 1984 menjadi salah satu pencapaian penting yang patut dicatat. Ia menyebut kebijakan pertanian yang dijalankan saat itu mampu meningkatkan produksi pangan nasional secara signifikan.

Fadli menambahkan, sejumlah pengalaman dan kebijakan pada era Soeharto dapat menjadi bahan kajian bagi generasi sekarang dalam menghadapi tantangan pembangunan yang terus berkembang.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.