SULAWESI SELATAN — Gelombang tsunami terpantau di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan setelah gempa kuat mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026).
Di Kabupaten Kepulauan Selayar, tsunami terpantau di tiga kecamatan, yakni Pasimarannu, Pasilambena, dan Pasimasunggu. BPBD menyebut ketinggian air kurang dari satu meter, tetapi hempasan gelombang menyebabkan genangan di sejumlah lokasi.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kepulauan Selayar Muhammad Ikbal mengatakan asesmen masih dilakukan untuk mengetahui dampak gempa.
“Ketinggian air tidak seberapa, tidak sampai (1 meter). Tapi hempasannya itu yang terpantul, jadinya menyebabkan genangan,” ujar Ikbal.
Bupati Kepulauan Selayar Muh Natsir Ali meminta masyarakat tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
“Kita bersyukur peringatan tsunami sudah berakhir. Mari tetap tenang, saling menjaga dan tidak membuat kepanikan dengan menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya,” katanya.
Selain Selayar, tsunami juga terpantau di Bantaeng, Pelabuhan Bulukumba, Pelabuhan Jampea, dan Pelabuhan Kayuadi. Ketinggiannya masing-masing sekitar 0,3 meter, 0,5 meter, 0,6 meter, dan 0,5 meter.
Pemerintah daerah bersama unsur terkait masih memantau kondisi dan melakukan asesmen di sejumlah wilayah terdampak.