Senin, Oktober 5, 2026

Viral! Postingan Leonardo DiCaprio Soroti Karhutla Kalimantan-Sumatera 800.000 Ha dan Nasib Miris Orang Utan

JAKARTA – Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dan Sumatera kembali menjadi sorotan dunia. Aktor sekaligus aktivis lingkungan, Leonardo DiCaprio, menyuarakan keprihatinannya atas tragedi ekologis tersebut melalui akun Instagram pribadinya (@leonardodicaprio).

“Lebih dari 2 juta acre (800.000 hektar) hutan telah terbakar di Pulau Kalimantan dan Sumatera. Tautan di bio untuk mengetahui lebih lanjut,” tulis DiCaprio dikutip Minggu (4/10/2026).

Pemeran film Titanic ini menjelaskan bahwa krisis iklim dan pembukaan lahan membuat hutan semakin rentan terbakar. 

“Ketika lahan gambut kaya karbon seperti ini terbakar, lahan itu juga melepaskan karbon tersimpan dalam jumlah sangat besar, yang kian memicu krisis iklim dan keanekaragaman hayati,” tulisnya.

Selain menyebabkan lebih dari lima juta warga terpapar asap, DiCaprio sangat menyoroti nasib tragis satwa endemik seperti owa janggut putih dan orangutan. 

“Orangutan Kalimantan terlihat melarikan diri dari hutan yang terbakar seiring hilangnya habitat mereka. Orangutan ini diselamatkan oleh BKSDA di Kalimantan Tengah dengan dukungan BOS Foundation, dan kini berada dalam perawatan dokter hewan,” tulis DiCaprio.

Meski demikian, ia turut mengapresiasi upaya sigap lintas sektoral dari pemerintah, warga, hingga organisasi global di garis depan. 

“Mitra @rewild, @iucngreatapes, dan @iucngibbon bekerja sama dengan organisasi garis depan untuk mendukung upaya pemadaman api demi melindungi hutan kritis dan satwa liar,” tulisnya.

Sebagai catatan, data karhutla 2026 menunjukkan tren mengkhawatirkan. Sepanjang Januari hingga Juni 2026, lahan terbakar di lima provinsi Kalimantan mencapai 57.081,33 hektare—melampaui total luasan sepanjang 2025. BNPB kini menetapkan enam provinsi sebagai prioritas penanganan darurat seiring bergesernya episentrum kebakaran ke wilayah Sumatera.

Advokasi DiCaprio untuk alam Indonesia bukanlah hal baru. Sebelumnya pada 2016, ia mengunjungi Taman Nasional Gunung Leuser dan yayasannya menyumbangkan 15 juta dolar AS untuk pemulihan ekosistem Sumatera, serta aktif menyuarakan ancaman populasi orangutan Kalimantan pada 2019.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.