Jumat, Mei 1, 2026

Aceh Mendesak Bantuan Internasional Masuk, Pemerintah Masih Tutup Pintu “Kita Masih Mampu”

Pemerintah Provinsi Aceh mendesak pemerintah pusat mempermudah perizinan masuknya bantuan internasional untuk mempercepat penanganan darurat di wilayah terdampak bencana. Juru Bicara Posko Tanggap Darurat Bencana Aceh, Murthalamuddin, menegaskan bahwa kondisi di lapangan sangat membutuhkan dukungan logistik serta percepatan akses birokrasi.

“Kita berharap pemerintah pusat dapat memberikan kelonggaran agar aksesibilitas bantuan ke kawasan bencana bisa lebih cepat,” ujarnya, Rabu (3/12). Ia menjelaskan banyak daerah masih terisolasi akibat rusaknya jalan, jembatan, dan jaringan komunikasi, sementara listrik yang padam membuat akses internet berbasis Starlink pun tidak optimal karena perangkat kehabisan daya.

Relawan, Tagana, TNI, dan unsur lainnya juga menghadapi hambatan besar di lapangan. Tingginya lumpur membuat kendaraan tak bisa masuk, sehingga sebagian bantuan harus dipanggul secara manual, namun metode tersebut tidak bisa berlangsung lama karena berisiko menimbulkan kemacetan dan membahayakan relawan.

Karena itu, Aceh meminta percepatan izin bagi bantuan luar negeri maupun lembaga kemanusiaan, termasuk kemudahan di bandara atau titik masuk logistik.

“Situasi darurat tidak bisa menunggu. Semakin cepat bantuan masuk, semakin besar peluang untuk menyelamatkan warga di wilayah terisolir,” tegas Murthalamuddin.

Sementara itu, Pemerintah Pusat menyatakan belum akan menerima bantuan internasional. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa APBN masih memadai untuk menangani bencana banjir Sumatra.

“Cukup. Jadi kan di dalam APBN itu ada yang namanya Dana Siap Pakai yang memang diperuntukkan untuk kesiapsiagaan kebencanaan,” ujarnya. Ia menyebut dana siap pakai berada di kisaran Rp500 miliar dan Presiden telah memberi instruksi bahwa anggaran bisa ditambah jika diperlukan.

Pras juga menegaskan bahwa TNI dan Polri sebagai garda terdepan penanganan bencana akan mendapat dukungan penuh. Hingga kini, kata dia, pemerintah belum menerima bantuan internasional karena Indonesia dinilai masih mampu menangani bencana secara mandiri. Meskipun demikian, ia menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kesiapan negara-negara sahabat yang ingin membantu.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.