Selasa, April 28, 2026

Akhir Tahun Mencekam, 2024 Ditutup Tiga Kecelakaan Pesawat Mematikan

MELIHAT INDONESIA, SEOUL – Menjelang pergantian tahun baru 2025, dunia dikejutkan dengan rentetan tragedi penerbangan yang terjadi dalam kurun waktu 24 jam. Tiga kecelakaan pesawat di tiga negara berbeda meninggalkan jejak duka mendalam, dengan korban jiwa berjatuhan. Anehnya, ketiganya terjadi saat pesawat melakukan pendaratan di bandara.

Tragedi Jeju Air di Korea Selatan

Kecelakaan pertama melibatkan pesawat Jeju Air di Bandara Internasional Muan, Korea Selatan. Pesawat Boeing 737-800 itu membawa 181 penumpang, termasuk enam awak, ketika terbakar saat mendarat akibat masalah pada roda pendaratan. Tragedi ini menewaskan 167 orang, sementara dua korban berhasil diselamatkan dalam kondisi kritis.

“Dari 181 penumpang, sebagian besar diduga tewas, kecuali dua orang yang berhasil diselamatkan,” ujar seorang pejabat Departemen Pemadam Kebakaran Jeolla. Rekaman media lokal menunjukkan pesawat terbakar hebat di landasan pacu.

Yoo Jae-yong, saksi mata, mengatakan bahwa ia melihat percikan api di sayap kanan pesawat sebelum mendengar ledakan keras. “Saya langsung menyadari ada yang tidak beres dengan pesawat itu,” katanya kepada media setempat.

Penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan, namun otoritas menyebut adanya peringatan tabrakan burung satu menit sebelum mendarat. Penjabat presiden Korea Selatan, Choi Sung-mok, memerintahkan upaya penyelamatan total.

Royal Dutch Airlines di Norwegia

Beberapa jam setelah insiden di Korea Selatan, sebuah pesawat Royal Dutch Airlines keluar dari landasan pacu saat melakukan pendaratan darurat di Bandara Sandefjord Torp, Norwegia. Pesawat Boeing 737-800 ini membawa 176 penumpang dan enam awak.

Pilot memutuskan untuk mengalihkan penerbangan ke bandara tersebut akibat kegagalan sistem hidrolik. Meski tidak ada korban jiwa, pesawat tergelincir ke area berumput setelah mendarat, memicu penyelidikan lebih lanjut.

Royal Dutch Airlines mengonfirmasi insiden ini melalui media sosial, menyatakan bahwa semua penumpang selamat. “Kami sedang bekerja sama dengan pihak berwenang untuk menyelidiki penyebab insiden ini,” tulis maskapai tersebut.

Pendaratan Darurat Air Canada di Kanada

Di Kanada, sebuah pesawat Air Canada yang berangkat dari Bandara Internasional St. John menghadapi masalah roda pendaratan saat mendarat di Bandara Internasional Halifax Stanfield. Pesawat tergelincir dengan posisi miring sekitar 20 derajat, memicu kebakaran pada salah satu mesinnya.

Nikki Valentine, seorang penumpang, menceritakan detik-detik mencekam tersebut. “Pesawat mulai miring dan terdengar suara keras seperti tabrakan,” katanya kepada CBC News. Beruntung, seluruh penumpang dievakuasi dengan selamat tanpa korban jiwa.

Fenomena yang Mengguncang Dunia

Tiga kecelakaan dalam 24 jam ini menimbulkan pertanyaan besar di kalangan ahli penerbangan. Meski tidak saling terkait, kemiripan pola kecelakaan saat pendaratan memicu diskusi global tentang keamanan penerbangan.

Para penyelidik kini berpacu dengan waktu untuk mengungkap penyebab masing-masing insiden. Tahun 2024 pun ditutup dengan catatan kelam dalam sejarah penerbangan internasional. (**)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.