Jumat, Mei 1, 2026

Ambisi Prabowo Menjadikan Indonesia Lumbung Pangan Dunia

MELIHAT INDONESIA, JAKARTA – Dalam pidato pertamanya di Sidang Paripurna MPR pada Minggu (20/10/2024), Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan ambisi besar untuk menjadikan Indonesia swasembada pangan dalam waktu lima tahun ke depan. Namun, lebih dari itu, Prabowo menginginkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia, mengakhiri ketergantungan pada pangan impor yang berisiko tinggi dalam kondisi darurat.

Prabowo dengan tegas menyatakan, “Saya telah mencanangkan bahwa Indonesia harus segera swasembada pangan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya. Kita tidak boleh tergantung pada sumber makanan dari luar. Dalam krisis, dalam keadaan genting, tidak ada yang akan mengizinkan barang-barang mereka untuk kita beli.”

Bagi Prabowo, ketahanan pangan merupakan kunci bagi kemandirian dan kedaulatan nasional. Dengan pengalaman di bidang pertahanan, ia mengingatkan pentingnya bagi Indonesia untuk mampu memproduksi kebutuhan pangan sendiri, menghindari ketergantungan global yang dapat membahayakan dalam situasi krisis.

Target Swasembada Pangan dan Lumbung Pangan Dunia
Ambisi Prabowo untuk menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia bukan hanya sekadar retorika. Hal ini didasarkan pada kajian mendalam bersama para pakar di sektor pertanian dan pangan. Prabowo percaya bahwa potensi sumber daya alam Indonesia yang melimpah bisa dimaksimalkan untuk memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri dan juga diekspor ke pasar internasional.

“Saya sudah mempelajari bersama para pakar yang membantu saya. Saya yakin, paling lambat dalam empat sampai lima tahun kita akan swasembada pangan. Bahkan, kita siap menjadi lumbung pangan dunia,” tuturnya.

Namun, untuk mencapai target ambisius ini, Indonesia perlu melakukan perubahan signifikan dalam pengelolaan sektor pertanian dan distribusi pangan. Selama ini, sektor ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari infrastruktur yang kurang memadai hingga ketergantungan pada impor bahan pangan strategis seperti beras, kedelai, dan jagung.

Inovasi dan Kolaborasi dalam Sektor Pangan
Beberpa waktu yang lalu, Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Dr. Arif Satria, SP, M.Si, menyebutkan pentingnya inovasi dari perguruan tinggi.

Ia menegaskan, “Inovasi di perguruan tinggi di Indonesia sudah sangat banyak dan perlu kita terus dorong serta kembangkan.” Ia juga menyoroti bahwa dukungan dari kementerian, lembaga, dan sektor swasta sangat penting untuk memaksimalkan potensi tersebut.

Rektor IPB percaya bahwa Indonesia harus percaya diri dalam menciptakan kemandirian pangan, karena hampir semua komoditas pangan yang diimpor sebenarnya dapat diproduksi di dalam negeri. \

“Sekarang yang perlu dipikirkan adalah percepatan transformasi dan inovasi,” ujarnya. Menurutnya, meskipun banyak inovasi tersedia di perguruan tinggi, kebutuhan akan inovasi di tingkat desa juga sangat tinggi. (**)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.