Minggu, Juni 28, 2026

Anak-anak TPQ Terdampak Gas Air Mata saat Polisi Bubarkan Demonstrasi di Semarang

MELIHAT INDONESIA, SEMARANG – Warga yang tinggal di perkampungan dekat Jalan Pemuda Semarang mengaku sempat terimbas gas air mata.

Gas air mata tersebut ditembakkan polisi untuk membubarkan massa aksi pada Senin (26/8/2024) malam.

Bahkan, gas air mata dirasakan anak-anak TPQ yang sedang mengaji di Masjid Taqwa Kelurahan Sekayu. Masjid ini berjarak sekitar 300 meter dari Jalan Pemuda yang merupakan titik chaos.

Warga Kampung Sekayu, Siti mrmbenarkan kejadian tersebut.

“Bener, tadi malem rame. Anak-anak TPQ sempet pada nangis. Nggak lama setelah itu dipulangkan,” ujarnya saat ditemui Selasa (27/8/2024).

Menurut Siti, warga sempat berhamburan keluar rumah dan merasakan pedihnya gas air mata. Bahkan, di dalam rumah pun kondisinya tak jauh berbeda. “Di dalam rumah sama aja. Pedes banget di mata,” ungkapnya.

Ketua RW 1 Kelurahan Sekayu, Zaenal Arif mengungkapkan, kondisi lingkungannya cukup krodit saat terjadinya insiden pembubaran paksa massa aksi.

Meskipun mayoritas warganya merasakan dampak gas air mata, tetapi hingga Selasa pagi tidak ada yang melaporkan tentang keluhan sakit berlanjut.

Sebelumnya diberitakan, ribuan massa yang mengatasnamakan Gerakan Rakyat Menggugat atau GERAM menggelar demonstrasi di depan Balai Kota Semarang pada Senin (26/8/2024) sore hingga malam.

Aksi lanjutan mengawal putusan MK terkait Undang-Undang Pilkada yang kini menggaungkan isu “Bergerak Adili dan Turunkan Jokowi” tersebut berujung ricuh.

Polisi membubarkan paksa massa aksi dengan bertubi-tubi menembakkan gas air mata, menyemprotkan air dengan water cannon, hingga mengerahkan tim pengurai massa. (bhq)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.