Selasa, April 28, 2026

Apa Itu Heat Stroke? Picu Kematian 30 Orang di Thailand

MELIHAT INDONESIA – 30 orang dilaporkan meninggal dunia akibat heat stroke atau sengatan panas, di Thailand selama periode 1 Januari hingga 17 April 2024.

Apa itu heat stroke, yang memicu kematian 30 orang di Thaliand?

Heat stroke merupakan kondisi cidera panas yang paling serius dan dapat menyebabkan kematian.

Heat stroke ini bisa terjadi karena kegagalan proses pengendalian panas dan kegagalan sistem jantung serta pembuluh darah tubuh, seseorang bisa saja terserang heat stroke walau kondisi sehat.

Heat stroke ini lebih banyak disebabkan adanya peningkatan produksi panas akibat aktivitas fisik yang berlebihan dan penurunan kemampuan untuk beradaptasi dengan iklim.

Terutama pada lansia yang biasanya mengalami penurunan kemampuan dalam respons adaptasi terhadap kondisi lingkungan.

Diketahui, Thailand mengeluarkan peringatan baru tentang cuaca panas ekstrem pada Kamis (25/4/2024) dengan suhu yang bisa melebihi 45 derajat Celsius.

Suhu di Bangkok, Thailand mencapai 40,1 derajat Celcius pada Rabu (24/4/2024) dan tingkat serupa juga terjadi pada Kamis (25/4/2024).

Kementerian Kesehatan mengatakan, antara 1 Januari hingga 17 April 2024, 30 orang dilaporkan meninggal dunia akibat heat stroke atau sengatan panas, dikutip dari Straits Times, Kamis (25/4/2024).

Sementara itu, sebanyak 37 orang dilaporkan meninggal dunia karena suhu panas di Thailand sepanjang 2023.

Wakil Direktur Jenderal Departemen Pengendalian Penyakit Thailand, Direk Khampaen mengatakan para pejabat mendesak orang lanjut usia dan orang yang memiliki kondisi medis penyerta untuk tetap berada di dalam rumah dan minum air secara teratur.

Diketahui, April merupakan waktu terpanas sepanjang tahun di Thailand dan beberapa negara lain di Asia Tenggara. Meskipun demikian, kondisi pada 2024 diperkirakan akan lebih buruk karena pola cuaca El Nino.

Pada 2023, tekanan panas di seluruh dunia telah mencapai rekor tertinggi.

Badan cuaca dan iklim PBB mengungkapkan bahwa benua Asia mengalami pemanasan dengan sangat cepat.

Suhu panas di Filipina

Juru bicara Satuan Tugas El Nino sekaligus Asisten Komunikasi Kepresidenan Filipina, Joey Villarama mengatakan bahwa 103 kota di Filipina juga mengalami kondisi bencana akibat El Nino.

Adapun daerah yang terkena dampak antara lain Provinsi Antique, Sultan Kudarat, Basilan, Maguindanao del Sur, dan Occidental Mindoro.

“Sebenarnya Presiden kemarin sudah menyebutkan bahwa hampir seluruh Filipina terkena dampaknya. Tapi sekali lagi, dengan kadar yang berbeda-beda, sehingga pemerintah fokus memberikan bantuan, tergantung kebutuhan masing-masing provinsi,” ungkap Villarama, dilansir dari Philstar, Kamis (25/4/2024).

Berdasarkan data dari Departemen Kesejahteraan Sosial Filipina, Villarama, mengungkapkan bahwa sebanyak 2.116.420 orang, termasuk petani dan nelayan, terkena dampak El Nino.

Villarama juga memperkirakan bahwa Filipina akan dilanda El Nino hingga Mei atau Juni 2024.

Selain itu, indeks panas di Aparri, Cagayan, Filipina mencapai suhu terik 48 derajat Celsius pada Selasa (23/4/2024) dan menjadi rekor suhu terpanas sepanjang 2024.

Administrasi Layanan Atmosfer, Geofisika, dan Astronomi Filipina (PAGASA) mengatakan, setidaknya 30 wilayah di Filipina mengalami tingkat panas yang berbahaya pada Kamis (25/4/2024).

Di sisi lain, Departemen Pendidikan Filipina mengungkapkan sebanyak 6.695 dari 47.678 sekolah negeri di Filipina memutuskan pembelajaran daring dan menggunakan modul akibat cuaca panas yang ekstrem. (*)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.