Jumat, Mei 1, 2026

Bahlil Maafkan Pembuat Meme “Saya Sudah Biasa Dihina Sejak SD, Hentikan Lapor-Laporan!”

Menteri ESDM sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menanggapi santai soal meme berwajah dirinya yang beredar di media sosial. Ia bahkan memaafkan para pembuat meme dan meminta organisasi sayap Golkar menghentikan rencana pelaporan ke polisi.

“Dan saya pikir ya, kalau ada yang meme-meme apa, udahlah saya maafkanlah. Nggak apa-apa kok,” kata Bahlil di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (24/10/2025).

Bahlil menegaskan tak mempermasalahkan kritik terhadap kebijakan pemerintah, selama tidak mengandung unsur penghinaan atau rasisme.

“Sebenarnya kalau kritis kebijakan itu nggak apa-apa. Tapi kalau sudah pribadi, sudah mengarahi rasis, itu menurut saya nggak baguslah,” ujarnya.

Meski demikian, Bahlil mengaku sudah terbiasa dengan hinaan sejak kecil. “Kalau meme ke pribadi saya, yang sudah mengarah ke pribadi, saya itu memang sudah biasa dihina sejak masih kecil. Karena saya bukan anak pejabat, saya anak orang kampung. Ibu saya buru cuci, ayah saya buruh bangunan,” katanya.

“Ibu saya kan memang hanya buruh cuci di rumah orang. Ayah saya buruh bangunan. Jadi hinaan itu terjadi sejak saya SD, masih kecil,” imbuhnya.

Bahlil menegaskan dirinya tak mempermasalahkan olokan di media sosial, namun menolak jika ada pihak yang mencoba mengintervensi kebijakan negara.

“Jadi menurut saya itu nggak apa-apalah. Tetapi, saya tidak mau ada pihak-pihak yang mencoba untuk mendorong keinginannya untuk mengintervensi kebijakan negara. Ini saya tidak mau,” ujarnya.

Bahlil juga menyampaikan telah meminta Sekjen Partai Golkar M Sarmuji untuk berbicara dengan organisasi sayap partai yang hendak melapor. “Saya nanti kasih tahu sama Sekjen. Sekjen coba panggil itu adik-adik kita. Tapi nanti saya akan minta udah setop. Apa lagi kalau sudah ada yang minta maaf, kan,” katanya.

“Jadi Insyaallah saya akan memanggil adik-adik saya itu, organisasi, untuk udah. Sudah minta maaf, udah lah maafkan. Jangan kita memperpanjang lagi,” pungkasnya.

Sebelumnya, DPP Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) telah melaporkan sekitar 30 akun media sosial ke Bareskrim Polri atas dugaan pencemaran terhadap Bahlil pada Senin (20/10). Di hari yang sama, PP Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) juga berkonsultasi ke Polda Metro Jaya terkait rencana pelaporan akun-akun serupa.

Sekjen Golkar M Sarmuji menegaskan tidak ada arahan dari partai terkait pelaporan tersebut. “Nggak, saya jamin nggak, nggak ada (pelaporan arahan dari partai),” kata Sarmuji di DPP Golkar, Jakarta, Rabu (22/10).

Ia menyebut pelapor tidak berkoordinasi lebih dulu dengan partai. “Kemarin ketika ditanya wartawan tentang pelaporan atau konsultasi AMPG dan AMPI kepada aparat penegak hukum, saya jawab ‘kami akan panggil menanyakan mengapa melaporkan’. Sekarang sudah ditanyakan dan sudah ada jawabannya: Mereka menganggap akun-akun itu membuat konten yang melampaui batas,” ujar Sarmuji, Kamis (23/10/2025).

Menurut Sarmuji, laporan itu muncul karena konten yang dibuat akun-akun tersebut dianggap bukan sekadar kritik, tetapi sudah mengandung penghinaan, rasis, hingga framing jahat terhadap Bahlil Lahadalia.

“Jadi mereka melaporkan bukan hanya membela Pak Bahlil, tapi juga ingin agar media sosial tidak diwarnai ujaran yang buruk dan melampaui batas,” ucapnya.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.