Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia melontarkan peringatan keras kepada operator SPBU swasta agar tidak mencoba mengatur negara atau melanggar aturan selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Bahlil menegaskan tidak ada alasan bagi badan usaha penyalur BBM untuk berdalih terjadi kelangkaan karena stok nasional dipastikan aman.
Ia menyatakan pemerintah tidak akan ragu bertindak tegas terhadap badan usaha swasta yang mencoba melawan aturan negara.
Peringatan itu disampaikan Bahlil dalam Konferensi Pers Kesiapan Natal dan Tahun Baru di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta.
Dalam kesempatan tersebut, Bahlil memastikan ketersediaan BBM selama libur akhir tahun berada dalam kondisi aman di seluruh SPBU, baik milik negara maupun swasta.
Ia menegaskan seluruh badan usaha penyalur BBM memiliki stok fisik yang cukup dan siap disalurkan untuk mendukung mobilitas masyarakat.
Bahlil menyampaikan pemerintah tidak ingin masyarakat yang merayakan Natal dan Tahun Baru dihadapkan pada kekhawatiran soal ketersediaan BBM.
Ia memaparkan cadangan nasional bensin RON 90 saat ini mencapai 19 hari, di atas batas aman nasional.
Untuk bensin RON 92, cadangan nasional tercatat mencapai 23 hari, sedangkan RON 95 berada di atas 31 hari.
Menurut Bahlil, kondisi tersebut menunjukkan kesiapan dan kinerja yang baik dari Pertamina, BPH Migas, dan Kementerian ESDM.
Selain bensin, stok Solar subsidi berada di kisaran 14 hingga 15 hari.
Sementara Solar non-subsidi untuk kebutuhan industri tercatat di atas 25 hari.
Adapun stok Avtur untuk penerbangan disebut berada di atas 29 hari.
Dengan kondisi tersebut, Bahlil meminta masyarakat tidak panik dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan selama libur Natal dan Tahun Baru.
Ia juga menegaskan pemerintah akan terus mengawasi distribusi BBM agar seluruh badan usaha mematuhi aturan demi kenyamanan masyarakat.