Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bali menetapkan status siaga darurat banjir setelah curah hujan tinggi yang dipicu bibit siklon 93S mengakibatkan banjir merata di sejumlah daerah di pulau ini. Wilayah yang terdampak digenangi air tidak hanya di Denpasar, tetapi juga tersebar di lima kabupaten/kota karena drainase buruk dan hujan ekstrem yang melanda Bali.
Hujan deras yang terjadi beberapa hari terakhir menyebabkan genangan air masuk ke pemukiman dan jalan-jalan utama, hingga harus menutup beberapa ruas jalan dan mengganggu aktivitas publik. BPBD Bali menyatakan bahwa perkembangan cuaca yang dipengaruhi oleh bibit siklon ini tetap menjadi perhatian, sehingga masyarakat diminta siaga.
Sebanyak 150 turis dilaporkan telah dievakuasi dari area banjir oleh petugas, terutama di kawasan pariwisata yang terdampak air masuk ke pemukiman dan fasilitas umum. Evakuasi dilakukan untuk memastikan keselamatan wisatawan dan warga lokal.
Selain itu, korban banjir di Denpasar mulai mengalami gangguan kesehatan. Menurut laporan, beberapa warga yang mengungsi dan tinggal di lokasi banjir kini terserang penyakit — kondisi yang dipicu oleh lingkungan yang lembap dan genangan air yang bercampur dengan sampah serta air kotor. sektor kesehatan setempat telah menerima laporan kasus infeksi ringan dan gangguan pernapasan akibat kondisi tersebut.
Banjir terjadi di 5 kabupaten/kota di Bali — termasuk Kota Denpasar serta wilayah lain yang mengalami genangan hingga merendam permukiman dan fasilitas umum. Penyebabnya tidak hanya hujan deras, tetapi juga buruknya sistem drainase di beberapa titik yang membuat air hujan tergenang dan sulit mengalir.
BPBD Bali menetapkan status siaga untuk memperkuat koordinasi respon darurat dan penanganan banjir, termasuk evakuasi, bantuan logistik, serta pelayanan medis. Masyarakat juga diimbau untuk terus memantau informasi cuaca dan potensi banjir melalui kanal resmi, karena hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi akibat pengaruh bibit siklon tersebut.