Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BPBD Provinsi Jawa Barat melaporkan 12 rumah warga hanyut akibat banjir bandang. Banjir tersebut terjadi pada hari ini, Senin (21/9), sekitar pukul 17.10 WIB.
“Telah terjadi hujan deras hingga menyebabkan terjadinya banjir bandang luapan air sungai Citarik- Cipeuncit,” kata Manajer Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Provinsi Jawa Barat Budi Budiman Wahyu dalam keterangan tertulis.
Budi mengatakan ketinggian air dalam banjir Cicurug Sukabumi mencapai 5-6 meter. Sebanyak 12 unit rumah hanyut dan 85 unit rumah lainnya terendam. Selain itu, satu kendaraan roda empat juga ikut hanyut.
Lebih lanjut, Budi menyebut petugas gabungan langsung melakukan evakuasi korban terdampak banjir bandang bersama unsur komunitas relawan.
“Kondisi terkini masih dalam pendataan,” ujar Budi.
Hingga kini, BPBD setempat masih melakukan pendataan di lokasi terdampak. Sementara itu, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Sukabumi berada di lokasi kejadian dan berkoordinasi dengan instansi terkait guna melakukan evakuasi serta pendataan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memonitor kejadian dan berkoordinasi dengan BPBD setempat.
Wilayah Jawa Barat termasuk provinsi yang berpotensi hujan disertai kilat atau petir dan angin kencang hingga dua hari ke depan, 22 – 23 September 2020.
Sementara itu, dalam dua hari ke depan, 22 – 23 September 2020, wilayah Sukabumi berpotensi hujan dengan disertai petir atau kilat dan angin kencang. Sedangkan terkait dengan potensi hujan lebat disertai petir/kilat dan angin kencang di beberapa wilayah pada 22 September 2020, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah berkondisi tersebut antara lain Riau, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Maluku dan Papua.
Sedangkan pada 23 September 2020, BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah berpotensi hujan lebat disertai kilat dan angin kencang untuk wilayah Sumatera Barat, Riau, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, Maluku dan Papu.
Masyarakat diimbau selalu waspada terhadap potensi bahaya hidrometeorologi seperti angin kencang atau angin puting beliung, banjir, banjir bandang dan tanah longsor. Angin puting beliung biasanya terjadi saat pergantian musim, dari musim hujan ke musim kemarau atau sebaliknya