Minggu, April 26, 2026

Banjir Karangan Bunga di Kediaman Megawati dan Kantor DPP PDIP, Dorong Penyelamatan Cita-cita Reformasi

MELIHAT INDONESIA, JAKARTA – Kediaman pribadi Megawati Soekarnoputri di Jalan Teuku Umar, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, dibanjiri karangan bunga, Selasa (5/3/2024).

Selain rumah pribadi Megawati, karangan bunga juga membanjiri Kantor DPP PDI Perjuangan di Jalan Diponegoro Nomor 58, Jakarta Pusat.

Karangan bunga yang berasal dari beragam pengirim itu pada intinya meminta Presiden ke-5 Indonesia itu untuk terus setia mengawal cita-cita Reformasi ’98.

Para pengirim karangan bunga menilai, langkah-langkah politik Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Pemilu 2024 telah membelokkan dan bahkan membusukkan cita-cita reformasi.

Pengirim karangan bunga ada yang atas nama pribadi warga negara, ada pula yang mengatasnamakan komunitas, persatuan alumni, maupun organisasi lainnya.

“Ayo Bu Mega. Lawan Penjahat Bansos dan Demokrasi,” demikian tulisan pada salah satu karangan bunga tersebut.

“Bersama Bu Mega Selamatkan Reformasi 98”, tulisan yang tampak pada karangan bunga yang mengatasnamakan Alumni ITB Revolusioner 

“Perjuangan Belum Selesai,” dari Gerakan Alumni UI for NKRI

“Mendukung Banteng Melawan Kecurangan TSM,” dari GU3PL

“Mendukung Bu Mega Mengembalikan Reformasi,” dari pengirim yang menamakan diri sebagai ‘Kita Indonesia’.

Seorang pengirim, Inong, karangan bunga ini merupakan aksi solidaritas, dukungan, dan dorongan kepada Megawati untuk terus bersetia mengawal cita-cita reformasi.

Inong mengatakan, Megawati merupakan tokoh reformasi yang konsisten memperjuangkan perbaikan demokrasi di Indonesia.

Dituturkan Inong, saat ini ada gerakan yang berupaya untuk melemahkan perwujudan cita-cita reformasi yang dilakukan oleh Megawati Soekarnoputri dan juga PDI Perjuangan.

“Kami ingin membersamai ibu Mega, agar tidak merasa sendirian menghadapi semua ini,” ujar Nong.

Nong mengaku tergerak mengirim bunga untuk Megawati karena prihatin dengan kondisi politik saat ini.

Khususnya dengan pelaksanaan Pemilu 2024 yang dinilainya tidak selaras dengan prinsip demokrasi.

“Kami mendorong Mgawati dan PDI Perjuangan menjadi garda terdepan untuk melawan berbagai kecurangan yang terjadi,” ujarnya.

Secara pribadi ia mendorong agar PDI Perjuangan menjadi motor yang menggerakkan hak angket guna mengusut dugaan kecurangan di Pemilu 2024.

Nong juga mendorong PDI Perjuangan menjadi motor oposisi dan tidak bergabung dengan pemerintah yang baru nanti.  

“Di bawah kepemimpinan Bu Mega, PDI Perjuangan terbukti bisa menjadi oposisi yang kuat dan ini dibutuhkan untuk demokrasi yang sehat,” ujarnya.

Nong menambahkan, apa yang terjadi saat ini tidak bisa lepas dari perkembangan politik selama 9 tahun terakhir.

Di mana bisa dikatakan tidak ada opisisi yang kuat sehingga tidak ada check and balance. 

“Akibatnya, presiden sebagai kepala pemerintahan bisa bertindak semau sendiri termasuk mengkhianati cita-cita reformasi,” tegasnya. (*)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.