Sabtu, April 18, 2026

Belajar dari YouTube, Pemuda Blora Sukses Jadi Petani Milenial dengan Omzet Fantastis

Yang muda yang berkarya, begitu quotes yang menggambarkan keterampilan hingga kreatifitas jiwa muda yang sedang mengeksplorasi banyak hal yang turut menginspirasi banyak orang. Sama halnya dengan pemuda di Kabupaten Blora yang berhasil membudidayakan ikan di rumahnya.

Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, bersama Ketua TP PKK Kabupaten Blora, Hj. Ainia Shalehah, S.Pd., didampingi jajaran Dinas P4 dan Forkopimcam Jepon, berkunjung ke rumah Anindita D. D. Ravi Pamungkas, seorang pemuda inspiratif asal Desa Palon, Kecamatan Jepon, Selasa (28/10/2025) sore.

Kunjungan ini menjadi bentuk apresiasi atas keberhasilan Anindita, pemuda berusia 20 tahun, yang sukses membudidayakan ikan nila dengan sistem bioflok. Inovasinya di bidang perikanan menarik perhatian Bupati Arief karena dilakukan secara mandiri dan berbasis teknologi digital.

“Saya salut dan bangga. Satu lagi petani milenial dari Blora yang di usia muda sudah bisa berinovasi membudidayakan ikan nila dengan sistem bioflok. Semoga kisahnya dapat menginspirasi pemuda-pemuda Blora lainnya agar terus berinovasi di bidang pertanian maupun perikanan,” ujar Bupati Arief Rohman.

Lulusan SMK Negeri 1 Blora yang kini menempuh semester lima Jurusan Teknik Mesin di STTR Cepu ini mulai merintis usaha pada 2023.

Awalnya, ia berbisnis ikan koi, namun beralih ke ikan konsumsi karena pasar ikan hias di Blora kurang berkembang. Setelah menilai persaingan tinggi pada budidaya lele, Anindita memilih ikan nila yang permintaannya masih tinggi.

“Awalnya saya budidaya lele, tapi melihat di Blora sudah banyak pembudidaya lele, saya akhirnya memilih ikan nila. Karena di Blora pembudidaya ikan nila masih bisa dihitung dengan jari, padahal kebutuhannya besar,” jelasnya.

Meski tidak memiliki latar belakang pendidikan perikanan, Anindita belajar secara otodidak dari YouTube, TikTok, Google, bahkan AI.

Dengan semangat belajar tinggi, ia memahami teknik bioflok — metode modern yang memanfaatkan mikroba untuk menjaga kualitas air dan menghasilkan ikan dengan daging lebih baik.

Kini, Anindita mengelola 17 kolam bioflok di tiga lokasi: enam di rumah, lima di sawah, dan enam kolam tanah untuk pendederan. Produksinya mencapai 2–5 kuintal ikan per kolam setiap 3,5–4 bulan.

Selain menjual ikan konsumsi, ia juga memasarkan bibit ikan nila secara daring melalui media sosial, menjadikannya wirausahawan muda yang produktif dan adaptif terhadap teknologi.

Bupati Arief menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Blora akan terus mendukung generasi muda kreatif seperti Anindita melalui pelatihan, bantuan bibit, dan akses permodalan.

“Kita terus dorong semangat anak-anak muda seperti Anindita ini. Pemerintah siap hadir melalui pelatihan, bantuan bibit, maupun akses ke perbankan agar usaha seperti ini bisa berkembang dan menciptakan lapangan kerja baru di desa,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Blora, Hj. Ainia Shalehah, turut memberikan apresiasi atas semangat dan inovasi yang ditunjukkan Anindita.

“Anindita ini contoh luar biasa bagi generasi muda. Dengan semangat belajar dan kerja keras, ia bisa menciptakan peluang usaha sendiri. Kami berharap semakin banyak pemuda di desa yang mau berinovasi dan tidak takut memulai dari hal kecil,” ucapnya.

Kisah Anindita menjadi bukti nyata bahwa kemauan kuat, inovasi, dan kemampuan memanfaatkan teknologi digital dapat membuka peluang besar bagi generasi muda untuk membangun ekonomi desa dan menciptakan lapangan kerja baru.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.