Selasa, April 28, 2026

Bogor Darurat!!! Pertengahan Maret Hujan Ekstrem Ancam Longsor dan Banjir Besar

MELIHAT INDONESIA, JAKARTA – Wilayah Bogor dan sekitarnya menghadapi ancaman serius akibat hujan ekstrem yang diprediksi terjadi pada pertengahan Maret. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan bahwa curah hujan dalam periode ini bisa mencapai 300 milimeter dalam sepuluh hari, yang berpotensi menyebabkan bencana banjir dan longsor.

Menurut Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, warna hijau tua pada peta prediksi curah hujan menunjukkan intensitas tertinggi. “Warna hijau tua berarti curah hujan bisa mencapai 300 milimeter dalam sepuluh hari. Ini masuk kategori ekstrem,” ujarnya dalam rapat penanganan bencana, Selasa (4/3/2025).

Wilayah yang paling berisiko mengalami bencana adalah Puncak, Bogor, yang menjadi titik utama akumulasi hujan. BMKG juga memperingatkan bahwa angin di wilayah pegunungan akan membawa massa air ke daerah dataran rendah, memperbesar risiko banjir bandang.

Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen Suharyanto, melaporkan bahwa 19 rumah di Bogor mengalami kerusakan berat akibat tanah longsor. “Rumah-rumah ini tidak bisa dihuni lagi dan harus direlokasi karena struktur tanahnya tidak memungkinkan untuk pembangunan kembali,” tegasnya.

Selain itu, dampak hujan ekstrem juga menghancurkan infrastruktur penting di Bogor. BNPB mencatat tujuh jembatan rusak berat sehingga akses transportasi terputus. Situasi ini semakin memperparah kondisi warga yang terdampak bencana.

Sebagai langkah cepat, BNPB akan membangun jembatan darurat menggunakan jembatan Bailey dengan bantuan TNI AD. “Kami sudah mulai pemasangan dua jembatan untuk menghubungkan kembali wilayah yang terisolasi,” tambah Suharyanto.

Tidak hanya Bogor, wilayah lain seperti Depok juga mengalami dampak dari hujan deras ini. Dua kecamatan di Sawangan terendam banjir, menyebabkan ratusan warga mengungsi ke tempat yang lebih aman.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan siap menghadapi kemungkinan bencana. “Hujan dengan intensitas tinggi seperti ini bisa berlangsung dalam beberapa hari ke depan. Kami mengingatkan warga agar selalu mengikuti peringatan dini,” ungkap Dwikorita.

Pemerintah daerah bersama BNPB dan TNI terus berkoordinasi untuk mempercepat upaya mitigasi bencana. Evakuasi warga, distribusi bantuan, serta perbaikan infrastruktur menjadi prioritas utama dalam menghadapi dampak hujan ekstrem ini. (**)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.