Perum Bulog memastikan beras yang mengalami penurunan mutu atau disposal di gudang tidak langsung dibuang, melainkan melalui tahap reprocessing.
Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyebutkan proses ini dilakukan dengan membersihkan dan mencuci ulang beras sebelum menjalani uji laboratorium.
Jika hasil uji menyatakan layak, beras akan diedarkan ke masyarakat.
Namun, jika tidak memenuhi standar, beras tersebut akan dialihkan untuk pakan ternak.
Hingga kini, Bulog masih menelusuri jumlah pasti beras disposal dan wilayah dengan catatan terbanyak.
Guru Besar IPB, Dwi Andreas Santosa, sebelumnya memperkirakan lebih dari 100.000 ton beras berpotensi mengalami penurunan mutu tahun ini, yang bisa menimbulkan kerugian negara hingga Rp1,2 triliun.
Menurutnya, kondisi ini terjadi karena dua faktor utama, yaitu sisa beras impor yang sudah lebih dari setahun disimpan serta gabah kualitas apa saja (at any quality) yang diserap Bulog.
Ia menekankan bahwa beras disposal bukan berarti dibuang percuma, melainkan dijual dengan harga lebih rendah, misalnya untuk pakan ternak, meski tetap harus memenuhi syarat tertentu agar tidak berbahaya.