Sabtu, April 18, 2026

Dapat Keluhan Warga, Cabup Tegal Bima Sakti Janji Perpaiki Sistem Pengelolaan Sampah

MELIHAT INDONESIA, TEGAL – Calon Bupati Tegal, Bima Sakti mendapat keluhan soal sampah saat bersilaturahmi dengan warga di Majelis Habib Ali bin Abdullah Al Athas di Pedukuhan Sampang, Sidakaton, Dukuhturi, Kamis (21/11/2024).

Menanggapi masalah tersebut, Bima Sakti menilai sistem penanganan sampah di Tegal perlu diperbaiki, apalagi mengingat saat ini Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Penujah sudah over capacity.

“Makanya ini yang akan kami dorong jika nanti kami terpilih memimpin Kabupaten Tegal, perbaikan sistem penanganan sampah,” ucap Bima Sakti.

Komitmen paslon Bupati Tegal nomor urut 01 untuk mengatasi masalah sampah bahkan tercantum dalam penjabaran visi misinya.

Bima Sakti menegaskan, kebiasaan membuang sampah sembarangan harus diubah. Ia menawarkan solusi untuk menyadarkan masyarakat lewat program “Moh Ngruntah” atau tidak membuang sampah sembarangan.

Masyarakat harus tahu bahwa sampah sebenarnya bisa mendatangkan keuntungan melalui economy circular di mana sampah dipilah dan diolah lagi menjadi barang yang mempunyai nilai ekonomi.

“Kalau ini bisa berjalan tentunya akan bisa menambah pendapatan ekonomi warga. Bahasa Tegale ‘gara-gara sampah wong bisa oleh duit’,” cetusnya.

Lebih lanjut ia berpandangan sampah yang diproduksi warga bisa habis di tingkat kecamatan. Tidak seperti saat ini di mana sampah satu kabupaten dikumpulkan di satu tempat di TPS Penujah.

Bahkan menurut Bima Sakti, sampah bisa habis di kelurahan atau desa kalau kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah sudah baik.

Seusai bersilaturahmi, Bima Saktu langsung mengecek lokasi pembuangan sampah yang di maksud. Lokasi tumpukan sampah tersebut berada di area Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) Katon Asri di RT 03 RW 06 Sidakaton.

Sampah terlihat menggunung tidak tertangani. Beberapa pengguna jalanpun terlihat menutup hidung saat melintas di area tersebut.

Seorang warga, Ahmad yang kebetulan berada di sekitar TPS3R tersebut menceritakan bahwa tumpukan sampah tersebut sudah tidak tertangani selama berbulan-bulan.

“Ini bahkan tumpukan sampahnya meluber hingga ke area tanah milik Om saya. Dulu sudah pernah dipasang pagar agar orang-orang tidak membuang sampah di tanah ini tapi kemudian ada yang mencabut dan kini dipenuhi sampah seperti ini,” ucapnya. (*)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.