Senin, April 27, 2026

Di Negara Ini Mc Donalds Batasi Jam Sarapan

MELIHAT INDONESIA, JAKARTA – Australia saat ini mengalami krisis pasokan telur akibat wabah flu burung yang melanda negara tersebut. Kelangkaan ini memaksa McDonald’s memangkas jam menu sarapan mereka sebanyak 90 menit.

Menteri Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Australia, Murray Watt, menyatakan bahwa wabah flu burung dalam beberapa bulan terakhir telah mengakibatkan sekitar 1 juta ayam petelur dimusnahkan untuk membatasi penyebaran penyakit.

Kondisi ini menyebabkan lonjakan harga telur di pasaran dan memengaruhi ketersediaan produk olahan telur di berbagai sektor. Industri makanan, termasuk restoran cepat saji, harus beradaptasi dengan pasokan yang terbatas.

Langkah-langkah sedang diambil untuk mengendalikan wabah ini, namun dampaknya terhadap industri telur diperkirakan akan terus terasa dalam beberapa waktu ke depan.

Menteri Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Australia, Murray Watt, mengatakan wabah virus flu burung dalam beberapa bulan terakhir telah mengakibatkan sekitar 1 juta ayam petelur terpaksa dihanguskan demi membatasi penyebaran penyakit ini.

Kondisi ini membuat McDonald’s pada Selasa (3/7/2024) mengumumkan bahwa mereka untuk sementara hanya menjual menu sarapan hingga pukul 10.30 pagi, bukan tengah hari di seluruh Australia.

“Seperti banyak pengecer lainnya, kami dengan hati-hati mengelola pasokan telur karena tantangan industri saat ini,” kata McDonald’s di halaman Facebook Australia.

“(Kami) bekerja keras dengan para petani dan pemasok telur di Australia untuk mengembalikan pasokan ke kondisi normal sesegera mungkin.”

Supermarket juga dilaporkan membatasi pembelian telur sebanyak dua karton per konsumen. Raksasa ritel Australia Coles dan Woolworths dilaporkan memberlakukan pembatasan jumlah karton telur yang dapat dibeli dalam satu transaksi di sebagian besar negara bagian.

Konsumen diperkirakan akan kesulitan mendapat telur dalam jangka pendek. Selain itu, pasokan telur akan dialihkan ke daerah-daerah yang mengalami kekurangan terbesar, kata pemerintah Australia dalam pembaruan terbarunya.

Meski telur langka, tidak ada dampak terhadap pasokan daging ayam saat ini, menurut pemerintah.

Dampak flu burung di Australia dirasakan di seluruh industri unggas, kata Rowan McMonnies, direktur pelaksana kelompok industri Australian Eggs dalam sebuah pernyataan.

Food Standards Australia Selandia Baru mencatat bahwa saat ini tidak ada bukti bahwa orang dapat tertular virus melalui makanan yang disiapkan dengan benar.

“Influenza burung (flu burung) bukan merupakan masalah keamanan pangan dan aman untuk mengonsumsi daging ayam, telur, dan produk telur yang ditangani dan dimasak dengan benar,” tambah organisasi tersebut. (**)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.