Pemerintah Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten kembali sukses menyelenggarakan Festival Candi Kembar 2025. Acara yang digelar pada 19–21 September ini menghadirkan beragam suguhan budaya, mulai dari pentas kesenian tradisional, kirab gunungan merti dusun, hingga musik tradisional dan modern yang menyedot perhatian masyarakat.
Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, turut hadir dalam kirab budaya dan memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya festival yang sudah menjadi agenda rutin di Desa Bugisan tersebut.
“Candi Plaosan ini arsitektur Hindu dan Budha. Ini patut kita syukuri dan kita lestarikan. Tentu ke depan harus nguri-uri kegiatan Festival Candi Kembar karena selain kemudian bersama-sama merayakan Merti Desa nguri-uri berbagai kebudayaan yang ada di sini serta kita melestarikan Candi Plaosan serta mempromosikan bersama agar Plaosan dapat dinikmati seluruh masyarakat,” kata Hamenang Wajar Ismoyo.
Bupati menegaskan, festival ini bukan hanya perayaan budaya, tetapi juga bentuk syukur sekaligus media untuk memperkenalkan potensi wisata Candi Kembar atau Candi Plaosan yang memiliki nilai sejarah penting. Plaosan merupakan bukti nyata akulturasi Hindu-Buddha pada masa Mataram Kuno, sekaligus simbol toleransi yang sudah mengakar sejak ratusan tahun lalu.
Senada dengan itu, Kepala Desa Bugisan, Heru Nugroho, menyampaikan bahwa Festival Candi Kembar yang sudah memasuki tahun keenam ini terwujud berkat kerja sama antara Pemerintah Desa Bugisan dengan Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Klaten.
“Ini adalah ajang untuk kreasi dari kami Desa Bugisan Prambanan pada umumnya. Kami berharap Festival ini nanti kegiatan nasional. Tidak hanya Kabupaten Klaten akan tetapi nasional karena di belakang kita ada candi yang besar di Plaosan ini menggambarkan Ke Bhinneka Tunggal Ika an,” ujar Heru Nugroho.
Selain gelar budaya, festival juga menghadirkan pameran UMKM Desa Bugisan yang menambah semarak acara. Kehadiran UMKM menjadi bukti nyata bagaimana festival budaya dapat menjadi sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat sekaligus penguat identitas lokal.
Festival Candi Kembar diharapkan ke depan terus berkembang, tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Klaten, tetapi juga mampu menjadi magnet wisata budaya tingkat nasional.