Kamis, Juni 25, 2026

Heboh Nikah Siri Sesama Jenis di Malang, Rey Bongkar Fakta Rp 200 Juta

Persoalan pernikahan siri sesama jenis di Malang, Jawa Timur, kian memanas setelah kedua pihak saling melapor ke polisi. Rey (36), yang dilaporkan oleh Intan Anggraeni (28), kini menyampaikan klarifikasi dan membantah tudingan penipuan identitas.

Ia juga mengungkap telah mengeluarkan uang dalam jumlah besar selama menjalin hubungan dengan Intan.

Rey, yang akrab disapa Yupi Rere, menegaskan bahwa identitas dirinya sebagai perempuan sudah diketahui sejak awal oleh Intan dan keluarganya. Ia menyebut hubungan mereka tidak dilandasi kebohongan.

“Ya kecewa pasti, karena beritanya tidak sesuai realita. Dari awal dia sudah tahu identitas saya, bahkan keluarganya juga tahu,” ujar Rey saat memberikan klarifikasi di Kota Batu, Kamis (9/4/2026).

Ia juga membantah anggapan bahwa identitas tersebut baru terungkap setelah pernikahan berlangsung.

“Dia sering ke rumah saya, teman-temannya juga tahu. Jadi kalau dibilang baru tahu setelah menikah, itu tidak benar,” tegasnya.

Rey kemudian mengungkap dugaan adanya motif ekonomi dalam konflik tersebut. Ia mengaku kerap membantu kebutuhan finansial Intan, termasuk melunasi sejumlah utang, dengan total dana yang diklaim mencapai sekitar Rp 200 juta.

“Bukti transfer ada banyak, bukan cuma satu atau dua. Saya juga yang menutup beberapa utangnya. Kalau ditaksir, yang saya berikan kepada Vela sekitar Rp 200 juta,” ungkap Rey.

Menurut Rey, hubungan mulai retak setelah ia menghentikan pemberian uang selama beberapa hari, yang kemudian memicu laporan dari pihak Intan.

Ia juga mengaku sempat ingin mengakhiri hubungan sebelum pernikahan, namun situasi di pihak Intan membuatnya tertekan.

“Saya sudah pernah ngajak udahan tapi ada ancaman bunuh diri, bahkan ibunya sampai pingsan, akhirnya situasi jadi tidak kondusif,” imbuhnya.

Tak hanya memberikan klarifikasi, Rey juga melaporkan balik Intan ke Polres Batu atas dugaan pencemaran nama baik dan pemerasan.

“Kemarin kami sudah bikin laporan ke Polres Batu. Laporan ini terkait pencemaran nama baik dan pemerasan. Ada beberapa kasus juga, tapi nanti biar lawyer-ku yang menjelaskan,” kata Rey.

Sementara itu, Intan tetap pada pendiriannya bahwa dirinya baru mengetahui identitas asli Rey setelah pernikahan berlangsung.

“Tahunya pas malam pertama. Setelah saya tahu dia ternyata wanita, saya langsung nangis dan lapor ke orang tua,” kata Intan.

Keluarga Intan juga mencurigai adanya indikasi tindak pidana lain, termasuk dugaan perdagangan orang terkait rencana pembuatan paspor untuk ke Kamboja.

Di sisi lain, pihak kepolisian melalui Kasatreskrim Polresta Malang Kota, AKP Rahmad Aji Prabowo, menyatakan masih melakukan pendalaman terhadap laporan dari kedua belah pihak.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.