MELIHAT INDONESIA, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik tujuh utusan dan penasihat khusus presiden pada Selasa, 22 Oktober 2024, di Istana Negara. Upacara pelantikan ini menjadi momen penting dalam pemerintahan, menandai kehadiran sosok-sosok baru yang diharapkan dapat berkontribusi dalam membangun dan memajukan Indonesia. Dari latar belakang selebritas, purnawirawan jenderal, hingga mantan menteri, mereka diharapkan dapat memberikan perspektif dan strategi yang segar dalam pemerintahan Prabowo.
Deputi bidang Administrasi Aparatur Kementerian Sekretariat Negara, Nanik Purwanti, memulai acara dengan membacakan nama-nama utusan khusus yang dilantik. Di antara mereka, Dr. HC Raffi Farid Ahmad terpilih sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni. Saat membacakan sumpah jabatan, Prabowo menekankan pentingnya komitmen terhadap Undang-Undang Dasar 1945 dan menjalankan setiap peraturan dengan penuh tanggung jawab. “Saya akan setia kepada undang-undang dasar negara Republik Indonesia tahun 1945, serta akan menjalankan segala peraturan perundangan-perundangan dengan sebaik-baiknya demi dharma bakti saya kepada bangsa dan negara,” ungkapnya.
Profil Utusan Khusus dan Tugasnya
Berikut adalah nama-nama Utusan Khusus Presiden yang dilantik:
- Muhammad Mardiono: Utusan Khusus Presiden Bidang Ketahanan Pangan. Sosok yang dikenal peduli pada isu ketahanan pangan, berkomitmen untuk memastikan ketersediaan pangan yang cukup dan berkualitas bagi masyarakat.
- Setiawan Ichlas: Utusan Khusus Presiden Bidang Ekonomi dan Perbankan. Dikenal sebagai praktisi ekonomi yang berpengalaman, diharapkan dapat membantu mengembangkan sektor perbankan dan ekonomi Indonesia.
- K.H. Miftah Maulana Habiburrahman: Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan. Ia diharapkan dapat memperkuat dialog antaragama dan mendorong harmoni di tengah masyarakat yang majemuk.
- Raffi Farid Ahmad: Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni. Seorang entertainer yang sukses, Raffi diharapkan dapat menjadi jembatan bagi generasi muda dalam berkarya dan berinovasi.
- Ahmad Ridha Sabana: Utusan Khusus Presiden Bidang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, Ekonomi Kreatif dan Digital. Sebagai seorang pengusaha, Ridha diharapkan dapat mendorong pertumbuhan UMKM dan ekonomi digital.
- Prof. Mari Elka Pangestu: Utusan Khusus Presiden Bidang Perdagangan Internasional dan Kerja Sama Multilateral. Dikenal sebagai ahli di bidang perdagangan, Mari diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia di kancah global.
- Zita Anjani: Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata. Zita diharapkan mampu mengembangkan sektor pariwisata yang menjadi salah satu andalan ekonomi nasional.
Nama-Nama Penasihat Khusus dan Harapan untuk Masa Depan
Selain utusan khusus, Presiden Prabowo juga melantik beberapa penasihat yang akan memberikan masukan dalam kebijakan pemerintahan. Berikut adalah nama-nama Penasihat Khusus Presiden:
- Jenderal (Purn) Wiranto: Penasihat Khusus Presiden RI Bidang Politik dan Keamanan. Memiliki pengalaman luas dalam bidang politik dan keamanan, diharapkan dapat memberikan pandangan strategis.
- Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan: Penasihat Khusus Presiden RI Bidang Digitalisasi dan Teknologi Pemerintahan. Luhut diharapkan mampu membawa inovasi teknologi dalam pemerintahan.
- Jenderal (Purn) Dudung Abdurrachman: Penasihat Khusus Presiden RI Bidang Pertahanan Nasional. Sebagai mantan Panglima TNI, Dudung diharapkan dapat memperkuat aspek pertahanan negara.
- Prof. Bambang Brodjonegoro: Penasihat Khusus Presiden RI Bidang Ekonomi dan Pembangunan Nasional. Sebagai ekonom, Bambang diharapkan mampu mendorong pembangunan yang berkelanjutan.
- Prof. Purnamo Yusgiantoro: Penasihat Khusus Presiden RI Bidang Energi. Ahli di bidang energi, Purnamo diharapkan dapat mengatasi tantangan energi di Indonesia.
- Prof. Muhadjir Effendy: Penasihat Khusus Presiden RI Bidang Haji. Memiliki pengalaman dalam pengelolaan haji, diharapkan mampu meningkatkan pelayanan kepada jemaah.
- Letjen (Purn) Terawan Agus Putranto: Penasihat Khusus Presiden RI Bidang Kesehatan. Terawan diharapkan dapat memberikan masukan dalam peningkatan sistem kesehatan nasional.
Setelah pelantikan, Raffi Ahmad menanggapi isu mengenai gelar doktor honoris causa yang disandangnya, yang sempat menjadi kontroversi. “Ditanyakan saja pada pihak sebelah sana,” ujarnya, menandakan kesiapan untuk menghadapi berbagai pendapat.
Dengan pelantikan ini, Presiden Prabowo berharap setiap utusan dan penasihat dapat menjalankan tugasnya dengan baik, memberikan kontribusi positif, dan mewujudkan visi serta misi pemerintah demi kemajuan bangsa. Era baru ini diharapkan akan memberikan solusi terhadap berbagai tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini. (**)