Selasa, April 28, 2026

Jangan Sampai Celaka Gara-gara Ban Jebol, Ini 9 Tanda Ban Motor Wajib Ganti

MELIHAT INDONESIA – Piranti ban dalam kendaraan baik roda empat atau roda dua sangat vital perannya. Jika sampai telat ganti ban, fatal akibatnya, bisa-bisa celaka, man meledak saat dikendarai gara-gara tak tahu kapan harus ganti piranti ini.

Agar tak terjadi hal yang tidak diinginkan, mengganti ban sepeda motor secara berkala menjadi suatu hal yang sangat penting, demi keselamatan berkendara.

Ban sepeda motor yang tidak sesuai atau sudah aus dapat mengakibatkan penurunan atau kerusakan pada performa kendaraan dan bahkan meningkatkan risiko kecelakaan yang membahayakan pengendara.

Hal tersebut dapat mengakibatkan ban sobek saat berkendara, terutama saat menikung dengan kecepatan tinggi. Dengan demikian, pentingnya mengganti ban motor tepat waktu terletak pada upaya untuk mencegah risiko yang terkait dengan kerusakan ban yang semakin memburuk hingga risiko terjadinya kecelakaan.

Mengutip situs resmi Astra Motor, idealnya ban motor perlu diganti secara berkala dengan durasi maksimal dua tahun. Untuk memahami tentang perawatan ban motor, simak penjelasan berikut yang mengulas ciri ban motor harus diganti. Dalam artikel ini juga akan dibahas alasan kenapa ban mesti diganti.

Menurut buku Modul Pengembangan Keprofesian dan Berkelanjutan Berbasis Kompetensi Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (2018) terbitan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, beberapa tanda ban motor harus diganti meliputi:

  1. Kehabisan kembang ban

Tanda kehabisan kembang ban (TWI) atau penanda yang ada pada sisi permukaan ban merupakan ciri penting yang mengindikasikan bahwa ban motor harus diganti. TWI berfungsi sebagai penanda batas keausan ban motor.

Jika tapak ban sudah sejajar dengan TWI, pengemudi akan merasa kurang nyaman ketika mengendarai motor. Sementar itu, ketika tapak ban sudah tipis hingga 1 mm dari TWI, stabilitas ban akan berkurang sehingga mudah tergelincir di jalan rusak. Jika tapak ban sudah dekat dengan ujung segitiga “∆” TWI, itu adalah ban motor harus diganti.

  1. Ban motor sudah aus

Pengukuran kondisi keausan ban merupakan langkah penting dalam menentukan kondisi ban yang perlu diganti. Selain melakukan pemeriksaan visual, pengukuran keausan dilakukan dengan mengukur kedalaman tapak ban yang dijalankan.

Batas ukuran kedalaman ban adalah sekitar 1 hingga 1,6 mm dari permukaan TWI ke permukaan telapak ban. Pastikan ban diisi dengan tekanan angin yang normal saat melakukan pengukuran.

  1. Robekan pada pola ban rib

Robekan pada pola ban rib merupakan salah satu ciri-ciri ban motor harus diganti segera. Kerusakan ini terjadi ketika bagian alur rib ban robek dan terlepas dari telapak ban. Ketidakmerataan penapakan ban pada permukaan jalan sering menjadi penyebab utama kerusakan ini.

  1. Pemisahan mekanis

Pemisahan mekanis atau mechanical separation ditandai dengan adanya benjolan atau bagian yang menggelembung pada ban, terutama di bahu atau sisi ban. Penyebab umumnya adalah tekanan angin yang tidak mencukupi atau kecepatan tinggi saat berkendara.

  1. Bleeding C.B.U atau benang cord terputus

Benang cord terputus atau bleeding C.B.U merupakan kondisi ketika plycord pada dinding samping ban terputus. Kerusakan ini dapat dengan mudah terlihat dari sisi sisi dalam ban. Ketika tekanan angin tidak mencukupi, dinding samping ban mengalami pergerakan besar sehingga menyebabkan putusnya benar putih yang ada di ban.

  1. Ply separation (karkas ban terlepas)

Kerusakan ini terjadi ketika karkas ban terlepas. Ply separation terjadi ketika ply-cord pada sidewall terputus, yang disebabkan gaya regang tarik yang berulang-ulang.
Ply-cord adalah ikatan yang mengikat karet dan ban. Kerusakannya akan menyebabkan keausan ban yang sekaligus termasuk tanda ban motor harus diganti. Ply separation dapat disebabkan oleh beban yang berat, tekanan angin kurang tinggi, atau kemiringan jalan yang tinggi.

  1. Sidewall separation

Seperti pada kasus ply separation, sidewall separation adalah kasus ketika terjadi pemisahan pada dinding samping ban. Penyebabnya serupa dengan ply separation, termasuk kelemahan dalam daya rekat benang dan karet atau adanya kontaminasi material ban oleh benda asing.

  1. Side cut penetration

Side cut penetration atau dinding samping ban terpotong adalah salah satu ciri-ciri ban motor harus diganti. Kerusakan ini terjadi ketika ban terpotong oleh benda tajam. Pecahan kaca atau potongan logam dapat menyebabkan kerusakan ini.

  1. Irregular wear

Irregular wear adalah jenis keausan pada ban yang ditandai dengan keausan yang tidak rata. Penyebab kerusakan jenis ini adalah tekanan angin yang tidak pas atau gaya mengemudi yang kasar.

Untuk mencegah terjadinya kerusakan ini, pastikan tekanan pada ban sesuai dengan standar. Jika sudah mengganggu dan dalam tahap parah, ban harus diganti.

  1. Heat separation

Heat Separation, atau lepas telapak karena panas, adalah jenis keausan pada ban yang terjadi ketika telapak ban mulai terlepas akibat panas berlebihan. Penyebab kerusakan ini dapat bervariasi, mulai dari tekanan angin yang tidak sesuai hingga pemakaian ban dengan kecepatan tinggi.

Demikian 10 tanda ban motor anda sudah harus diganti yang dirangkum dari berbagai sumber. Semoga bermanfaat.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.