Minggu, Juni 28, 2026

Kesampingkan Etika, Prabowo Bajak Gibran, Pengamat : Pendidikan Politik Saat Ini yang Penting Menang

JAKARTA- Bakal Calon Presiden (Bacapres) Prabowo Subianto telah memutuskan cawapres pendampingnya di pilpres 2024. Prabowo mengumumkan Gibran Rakabuming Raka sebagai cawapresnya.

“Kita telah berembuk secara final secara konsensus seluruhnya sepakat mengusung Prabowo Subianto sebagai capres Koalisi Indonesia Maju untuk 2024-2029 dan Saudara Gibran Rakabuming Raka sebagai cawapres dari Koalisi Indonesia Maju,” ujar Prabowo di kediamannya, Jakarta Selatan, Minggu (22/10/2023).

Sebelum deklarasi pasangan Prabowo-Gibran, Pengamat Politik Eros Djarot sempat mengatakan bukan hal yang mengejutkan jika nantinya Gibran akan dipinang sebagai cawapres Prabowo.

Eros mengamati sekaligus menyayangkan pendidikan politik yang sedang diajarkan oleh para ketua parpol adalah mengejar kekuasaan dan menyampingkan etika.

Eros diduga menyindir soal MK yang mengabulkan gugatan usia capres cawapres padahal bukan ranahnya untuk memutuskan. Sebagai informasi, Ketua MK sendiri adalah adik ipar Jokowi.

Selain itu, Ketua Parpol Koalisi Indonesia Maju juga sepakat mengusung Gibran. Padahal, Gibran adalah kader PDIP. Secara etika, Parpol koalisi Indonesia Maju seharusnya meminta izin kepada Megawati.

“Gibran dicapreskan oleh Golkar mendampingi Prabowo. Satu hal yang kita sayangkan, adalah bahwa kemenangan dianggap segalanya. Indonesia mau secara etika hancur lebur gak masalah, yang penting menang. Mau married system hilang, gak masalah, yang penting menang. Mau pengkhianatan menjadi ciri dari cara kita menuju kekuasaan, itu juga gak masalah.  Jadi ini pendidikan politik paling luar biasa. Satu hal yang kita renungkan, saya gak suka menyalahkan Gibran, karena dia bukan siapa-siapa kalau bukan bapaknya,” tutur Eros di Tiktoknya, Sabtu (21/10/2023).

Eros memprediksi, kabar Prabowo meminang Gibran banyak tak disukai masyarakat.

“Secara kultural orang Indonesia paling gak suka itu pengkhianatan. Jadi sebetulnya Pak Prabowo ini liabilitas. Nah kemudian akan ada yang bilang ‘Oh enggak mas karena kan mesin politik pemilu itu dikuasai negara’. Jadi negara juga akan bergerak mendukung. Makannya kita sipil harus mengawasi. Jangan sampai terjadi abuse of power,” tutur Eros.

Bukan karena berprestasi, Eros Djarot menyebut jika Gibran dipinang lantaran elektabilitasnya sebagai anak Presiden.

“Mas Gibran ini luar biasa, Indonesia diguncang oleh seorang anak yang biasa aja-aja, prestasinya di Politik juga gak ada. Tapi yang istimewanya kan ini anak Presiden.

Bayangkan saja, semua ketua partai Politik dibercandain. Sejak Pak Jokowi masuk periode 2, saya sebenarnya kira-kira bisa baca seperti ini akan terjadi. Bukan sok tahu, tapi kita memperhatikan cara beliau menjalankan manuvernya,” kata Eros.

Di akhir videonya, Eros mengajak masyarakat untuk berpolitik dengan baik dan mengawasi pemilu bersama-sama. “Kita gak usah lah ribut-ribut masalah ini, kita jalani saja dengan damai sambil mengawasi mesin politik pemilu,”jelasnya. (*)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.