MELIHAT INDONESIA, BANJARNEGARA – Komitmen Ikatan Cendekiawan Muslim se Indonesia (ICMI) Organisasi Daerah (Orda) Banjarnegara perlu dicatat dan dikawal bersama.
Kepengurusan ICMI tahun 2024-2029 ini memiliki komitmen untuk membumi, membangun Banjarnegara dengan program Desa Cendikia.
Hal itu diungkapkan Ketua Umum ICMI Banjarnegara DR Mukhlis yang baru-baru ini baru di lantik di Pendapa Dipayuda Banjarnegara ini.
“Kita akan mencoba membumikan ICMI, tidak di awang-awang, menjadi menara gading ataupun gunung es. Kita akan mengakar turun ke masyarakat,” ucap Mukhlis.
“Kita ingin bersinergi memberdayakan masyarakat. Apa lagi salah satu program unggulan kita Desa Cendikia. Harapannya itu menjadi kenyataan selama lima tahun ke depan,” ujarnya
Sementara itu Ketua ICMI Wilayah Jawa Tengah Prof Suradi Wijaya Saputra, berharap, ICMI Banjarnegara mampu meningkatkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta memperkuat tali silaturahmi antar Ormas.
“ICMI harus menjadi penghubung antar Ormas, fasilitator, tidak boleh keduwuren, meskipun intelektualnya tinggi, nanti kuwalat. Rumuskan prioritas program, jangan asik dengan diri sendiri, tawarkan program dan solusi untuk masalah yang sedang dihadapi pemerintah,” pesan guru besar perikanan Universitas Diponegoro itu.
Suradi mencontohkan, ICMI Tegal yang belum dilantik sudah melaksanakan program pelatihan penyembelihan hewan para penjual sate, memastikan agar hewan yang disembelih halal dan toyyib.
“Juga di Wonosobo, dengan teknologi ozon yang ditemukan oleh Dewan Pakar ICMI, mampu mendampingi petani dan menjadikan komoditas lebih awet tiga kali lipat. ICMI harus terasa manfaatnya, utamanya di daerah-daerah tertinggal,” tandas Suradi.
Harapan lain diungkapkan Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM Barijadi Djumpaedo, ia berharap ICMI bersinergi dengan pemerintah daerah dalam pembangunan terutama pemberdayaan masyarakat untuk mengurangi kemiskinan.
Ia juga mengatakan, tingginya angka kemiskinan di Banjarnegara yang menempati urutan keenam di Provinsi Jawa Tengah, menjadi tantangan bagi para pengurus Ikatan Cendekiawan Muslim Se-Indonesia (ICMI) Banjarnegara yang baru saja dilantik untuk berkontribusi dan memberikan solusi.
“Kami berharap ada sumbangsih ICMI memberikan alternatif solusi. Silakan buat program yang bisa disandingkan dengan Baperlitbang, HIPMI dan lain-lain. Ini momentum yang tepat, sehingga harapannya segera maju menghadap Bupati dengan membawa program,” ujarnya.
Ia juga berharap, menjelang Pilkada November mendatang, ICMI dengan kepakarannya bisa menawarkan program terbaik untuk para calon kepala daerah untuk dapat mewujudkan kesejahteraan masyarakat. (kominfo)