Senin, April 27, 2026

Luthfi ‘Gelar Karpet Merah’ untuk Pabrik Semen di Wonogiri dengan Investasi Rp6 Triliun

MELIHAT INDONESIA, SEMARANG – Gubernur Jateng Ahmad Luthfi memberikan karpet merah bagi PT Anugerah Andalan Asia yang berencana membangun pabrik semen di Pracimantoro Wonogiri.

Pemerintah tampaknya tak kapok meski sebelumnya terdapat riwayat penolakan terhadap rencana pendirian pabrik semen di beberapa daerah di Jateng seperti Rembang dan Pati.

Namun, Ahmad Luthfi tak mau ambil pusing. Baginya, yang terpenting ada investor masuk Jateng, alih-alih memikirkan potensi kerusakan lingkungan akibat danya pabrik semen.

“Prinsip gini, investasi kita kawal asal aturan-aturannya dipenuhi,” kata dia saat menerima kunjungan Dirut PT Anugerah Andalan Asia di Gubernuran, Selasa (18/3/2025).

PT Anugerah Andalan Asia berencana membangun pabrik semen di Pracimantoro Wonogiri dengan total investasi senilai Rp6 triliun.

Direktur PT Anugerah Andalan Asia, Suwadi Bing Andi mengatakan, saat ini pihaknya dalam proses penyelesaian pembebasan lahan. Perizinan masih proses dan harapannya tahun depan bisa konstruksi.

Suwadi menjunjung komitmen menyejahterakan masyarakat sebagaimana sudah tertuang dalam Amdal seperti kebolehan BUMDes menggunakan truk perusahaan.

Nantinya, katering untuk karyawan akan diserahkan pada ibu-ibu PKK di wilayah sekitar. Termasuk pemenuhan jahitan seragam untuk karyawan.

“Serap tenaga konstruksi 1.200an orang dan operasional anti bisa 1.200 juga. Untuk izin masih proses dan melalui tahapan-tahapan,” katanya.

Di balik pertemuan Gubernur Jateng dengan Direktur PT Anugerah Andalan Asia, ternyata di lokasi rencana pendirian pabrik semen sudah muncul benih penolakan.

Saat Bupati Wonogiri, Setyo Sukarno berkunjung ke Pracimantoro, warga desa setempat menggelar demonstrasi menentang rencana pendirian pabrik semen.

Puluhan warga dari berbagai desa di Kecamatan Pracitomoro mencegat iring-iringan mobil bupati sambil membawa poster penolakan.

“Warga menerima investasi yang tidak merusak lingkungan. Kalau pabrik sepatu atau industri lain yang bisa menyerap tenaga kerja tanpa merusak alam, kami mendukung. Tapi pabrik semen? Kami menolak,” ucap perwakilan warga. (*)

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.