Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pemerintah tidak akan menambah utang dalam jumlah besar seperti yang tercantum dalam APBN.
Ia memperkirakan realisasi penarikan utang tahun ini justru akan lebih kecil dari target yang telah ditetapkan.
Hal ini disampaikan Purbaya dalam konferensi pers di Kompleks Parlemen RI, Selasa (23/9), dengan menekankan pentingnya pengelolaan utang negara secara hati-hati.
Menurutnya, strategi pengelolaan utang harus bersifat countercyclical, yakni disesuaikan dengan kondisi perekonomian.
Alih-alih mengandalkan penambahan utang, pemerintah akan lebih fokus mendorong pertumbuhan ekonomi sebagai sumber tambahan penerimaan negara.
Dengan pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat, penerimaan pajak otomatis meningkat sehingga kebutuhan pembiayaan melalui utang bisa ditekan.
Purbaya juga menilai pengelolaan APBN harus diarahkan untuk memberi dorongan signifikan pada pertumbuhan.
Ia optimistis strategi ini akan terlihat dampaknya mulai semester I tahun depan.
Dalam perhitungannya, setiap kenaikan pertumbuhan ekonomi sebesar 1 persen dapat menambah penerimaan negara sekitar Rp 220 triliun.
Bahkan, tambahan pertumbuhan setengah persen saja bisa memberikan pemasukan hingga Rp 110 triliun.
Karena itu, fokus pemerintah adalah mengejar pertumbuhan berkelanjutan agar fiskal tetap sehat tanpa bergantung pada utang berlebih.