Selasa, Mei 5, 2026

Pedagang Warteg Sebut Tak Mungkin Rp 10.000 Dapat Lauk Nasi dan Ayam

Di tengah mahalnya biaya hidup di Jakarta, warung makan sederhana atau warung Tegal (warteg) masih menjadi pilihan utama bagi masyarakat berpenghasilan terbatas.

Dengan uang Rp10.000, sebagian orang masih bisa menikmati satu porsi nasi dengan lauk sederhana meski tanpa kemewahan menu.

Subaiti, seorang pengemudi ojek online berusia 35 tahun, mengaku memilih makan di warteg setiap hari karena harga yang ramah di kantong.

Dengan Rp10.000, ia bisa mendapatkan sepiring nasi dengan lauk seadanya.

Usai makan, ia kerap menambah pengeluaran sedikit untuk segelas es atau kopi sebelum kembali bekerja.

Dalam sekali makan, total biaya yang ia keluarkan bisa mencapai Rp20.000.

“Pokoknya nyari yang murah lah, yang Rp20.000-an tadi. Kalau tiga kali makan sehari kan sudah Rp60.000, sebulan berapa tuh?” ujarnya.

Sementara itu, Ida, penjaga warteg di kawasan Gondangdia, Jakarta Pusat, mengatakan dengan uang Rp10.000, pelanggan biasanya bisa memilih dua paket sederhana: nasi dengan telur, atau nasi dengan dua jenis sayur.

Namun harga tersebut belum termasuk minuman, kecuali air mineral gelas.

Menurut Ida, sulit bagi warteg untuk memberikan lauk ayam, ikan, atau daging dengan harga Rp10.000 karena tidak sebanding dengan biaya bahan baku.

“Nggak lah, kalau Rp10.000 nggak bisa dapat ayam, nggak dapat untung kalau jual segitu. Nasi sama ayam saja Rp15.000, kalau tambah sayur bisa lebih,” katanya.

Ia juga menyebutkan bahwa di kawasan pusat kota, mayoritas pengunjung warung adalah karyawan kantoran yang cenderung memesan menu lengkap.

“Yang makan Rp10.000 jarang sih, kebanyakan karyawan kantoran. Paling nggak mereka pakai sayur sama lauk apa gitu, nggak cuma nasi sama telur,” ujarnya.

Hasil pantauan di beberapa warung sekitar Gondangdia menunjukkan hal serupa.

Dengan dana Rp10.000, pembeli hanya bisa menikmati nasi dengan sayur dan tambahan tahu atau tempe.

Sedangkan untuk menu nasi, telur, dan dua sayur harganya sudah mencapai Rp15.000.

Jika ditambah minuman seperti es teh manis seharga Rp5.000, total pengeluaran satu kali makan bisa tembus Rp20.000.

Meski begitu, bagi sebagian masyarakat, warteg masih menjadi penyelamat di tengah mahalnya harga makanan di ibu kota.

Dengan Rp10.000, mereka masih bisa makan kenyang, meskipun menunya sangat terbatas.

Recent PostView All

Follow Us

Recent Post

Adblock Detected

Please support us by disabling your AdBlocker extension from your browsers for our website.